atlasobscura.com
Kisah Prasejarah Amerika Utara di Cahokia
PERMUKIMAN pra-Columbus terbesar di Dunia Baru, utara Meksiko, Cahokia pernah memiliki sekitar 120 gundukan. Gundukan itu dibangun untuk berbagai keperluan tertentu oleh penduduk daerah tersebut. Penasaran bagaimana bentuk dan ceritanya, Anda bisa berkunjung ke Collinsville, Illinois, Amerika Serikat.
Dari banyaknya gundukan yang diperkirakan ada, salah satunya adalah Monks Mound, sebuah gundukan setinggi hampir 100 meter. Gundukan ini merupakan pekerjaan tanah terbesar di Amerika Utara dari zaman prasejarah.
Kini, Cahokia adalah pusat budaya dan agama bagi sekitar 20.000 orang dari tradisi budaya orang Mississippi. Dengan luas lebih dari 2.000 hektare, sekitar 1250 masehi, Cahokia dikatakan lebih besar dari London.
Mengenai awal mulanya, pemukiman penduduk Cahokia pertama kali diselesaikan sekitar tahun 600 AD dan gundukan mulai dibangun sekitar 300 tahun kemudian. Pemukiman Cahokia diperkirakan terus berkembang sampai sekitar akhir abad ke-15, ketika kemudian ditinggalkan untuk alasan yang tidak diketahui.
Banyak teori kemudian berkembang mengenai alasan orang-orang meninggalkan pemukiman Cahokia, termasuk invasi dan peperangan, serta kurangnya hewan buruan dan penggundulan hutan yang menyebabkan erosi.
Daerah yang sekarang meliputi Cahokia Mounds State Historic Site di Collinsville, Illinois memiliki sejarah panjang dan kotor. Selain sebagai pusat perdagangan dan budaya, juga berstatus sebagai kompleks seremonial dan ritual besar.
Satu gundukan khususnya, Mound 72, menunjukkan bukti ratusan penguburan korban. Di dalam gundukan ditemukan 4 kerangka laki-laki yang dikubur bersama-sama. Semua kerangka itu tidak mempunyai tangan dan tengkorak.
Juga di dalam gundukan itu, bersama dengan kerangka lainnya, ditemukan ukiran jari di sekitar pasir. Menurut para arkeolog, diperkirakan orang-orang itu dikubur dalam kondisi hidup dan berusaha mencakar untuk mencari jalan melewati mayat-mayat di sekitar mereka.
Masih di dalam gundukan yang sama juga ditemukan kerangka-kerangka perempuan berusia sekitar 20 tahun. Menurut penelitian, individu-individu itu bukanlah lawan dalam perang, tetapi orang yang dikorbankan dalam upacara pengorbanan.
Sementara itu, saat memasuki kompleks upacara yang ada di pemukiman Cahokia, Anda akan menemukan monumen kayu yang dibangun untuk menandai equinox dan solstice, dalam banyak cara itu terlihat sama seperti Stonehenge di Inggris.
Karena ukuran dan kekayaan sejarah yang dikandungnya, Mound Cahokia kemudian menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1982.
Bila berminat menjadikan Mound Cahokia menjadi salah satu tujuan wisata saat ke AS, Anda bisa berkunjung hari apa saja mulai pukul 9.00-17.00 waktu setempat (1 Mei-31 Oktober). Jam yang sama juga berlaku selama November-April, hanya saja situs ini buka mulai Rabu-Minggu.
Anda tidak dikenakan biaya masuk ke situs ini, namun bisa memberikan donasi US$4 (sekitar Rp36 ribu) untuk dewasa dan US$2 (sekitar Rp18 ribu) untuk anak-anak. Bila datang bersama keluarga bisa berdonasi US$10 (sekitar Rp90 ribu). (atlasobscura.com/*/X-12)
Berita Asal Baca di Sumber
mediaindonesia.com
--------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar