Home » » Jumlah Wisatawan dan Pemasukan Timpang

Jumlah Wisatawan dan Pemasukan Timpang

Home > Kabar Berita > Wisata > Jumlah Wisatawan dan Pemasukan Timpang


Wisatawan mancanegara menikmati keindahan Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, Senin(30/8/2010)

Jumlah Wisatawan dan Pemasukan Timpang

BANDUNG, KOMPAS.com — Persentase antara jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia dan angka perolehan pendapatannya masih sangat timpang. Indonesia dikunjungi sekitar 0,7 persen dari total jumlah wisatawan di dunia setiap tahun. Namun, hanya 0,08 persen dari total pengeluaran turis secara global yang diterima.

Peneliti Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (ITB), Myra P Gunawan, di sela-sela Tourism Outlook Pre Summit Workshop di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Senin (27/9/2010), mengatakan, kondisi sektor pariwisata di Indonesia sangat memprihatinkan.

"Pasti terjadi sesuatu yang salah pada sektor pariwisata dengan tidak berimbangnya persentase jumlah turis dan penerimaan," ujarnya.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pada tahun 2009, misalnya, Indonesia dikunjungi sekitar 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan pemasukan lebih kurang Rp 70 triliun.

Menurut Myra, kemungkinan timpangnya persentase jumlah wisatawan itu terjadi karena pengeluaran turis di Indonesia amat rendah.

"Saya curiga, wisatawan asing datang hanya karena biaya di Indonesia murah. Jadi, Indonesia jadi tujuan wisata yang murahan," ujarnya.

Murahnya biaya berwisata di Indonesia menjadi indikasi bahwa, meskipun memiliki produk kompetitif, kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata rendah. Dampaknya, SDM pun bersedia dibayar murah.

Tingkat kompetitif harga produk dan jasa di Indonesia memang termasuk unggul di kawasan Asia Pasifik, yakni peringkat ke-3 atau lebih tinggi daripada Singapura ke-27, Malaysia ke-4, dan Thailand ke-19. Akan tetapi, indeks kualitas SDM pariwisata Indonesia hanya ke-42, sementara Singapura berada pada rangking pertama dan Malaysia ke-30.

Paradoks lain di dalam negeri adalah, Indonesia memprioritaskan sektor pariwisata pada peringkat ke-10 atau lebih tinggi daripada negara-negara lain, seperti Malaysia ke-23 dan Thailand ke-22. Akan tetapi, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia lebih sedikit.

Sejak tahun 2007 hingga saat ini, indeks kompetitif global pariwisata Indonesia juga stagnan dengan peringkat belum berubah, yakni ranking ke-54.

Sumber : http://travel.kompas.com/
--------------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger