Home » » Pameran Karya Putu yang Mengejutkan

Pameran Karya Putu yang Mengejutkan

Home > Kabar Berita > Wisata > Pameran Karya Putu yang Mengejutkan

http://sahabatgallery.files.wordpress.com
ilustrasi

Pameran Karya Putu yang Mengejutkan
Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi

JAKARTA, KOMPAS.com--Banyak orang tercengang dengan karya tiga dimenasional (patung dan instalasi) Putu Sutawijaya, yang dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta dan dibuka dengan kocak seniman Butet Raja Monolog Kertaredjasa, Selasa (28/9) malam. Besi dan baja di tangan Putu menjadi tubuh-tubuh yang hidup , menggestikulasi. Karya seni yang setidak-tidaknya mengejutkan

Putu memamerkan karya-karya terbaru yang untuk pertama kali dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta. Karya Putu juga akan dibawa pameran di Bentara Budaya Bali, yang tentu, akan mengalami pemaknaan yang berbeda di tanah kelahirannya, kata Direktur Eksekutif Bentara Budaya, Efix Mulyadi.

Kritikus Kris Budiman mengatakan, sudah semenjak awal karier kesenimanannya Putu Sutawijaya terus terobsesi dan bersitekun menyodorkan tubuh sebagai tanda-tanda melalui karya-karyanya.

Gestikulasi tubuh-tubuh di dalam serangkaian karyanya menjadi lebih variatif dengan lontaran-lontaran gagasan di sekitar tegangan dan ketaksaan (ambiguity ) yang menyelubungi proses-proses sejarah, kontunuitas dan diskontinuitas, tradisi dan perubahan, kepatuhan dan resistensi. Juga masalah pendefenisian ulang atas identitas-identitas kultural yang mapan, katanya.

Menurut Kris Budiman, Putu Sutawijaya menyodorkan pentanyaan-pertanyaan kritisnya dengan kecenderungan gestikulasi yang keras namun rawan.

Karim Raslan, sahabat Putu Sutawijaya, menilai karya-karya Putu mencuatkan ketegangan antara ekspresi individual dan kebebasan perosnal di satu sisi, dengan identitas komunal yang kuat dan didukung secara penuh oleh banjar.

Peluncuran buku

Pada acara pembukaan yang dipandu dengan kocak oleh Trio Kirik (Yuswantoro A, bambang H, dan Samuel H), yang membuat ratusan pengunjung gelak terpingkal-pingkal, juga didahului dengan peluncuran buku Karim Raslan berjudul Ceritalah Indonesia (Penerbit Kepusatkaan Populer Gramedia, KPG, Jakarta).

Karim Raslan adalah pengacara dan kolumnis terkemuka Malaysia dan sudah malang melintang selama 20 tahun. Dia juga dikenal sebagai komentator di Asia Tenggara. Karim aktif menjadi pembicara dalam sejumlah konferensi, dan tahun 2010 ditunjuk menjadi Ketua regional Agenda Council bagi Asia Tenggara dari World Economic Forum.

Penyunting buku R aslan, Linda Christanty mengatakan, melalui esai-esai terseleksi --yang meceritakan peristiwa-peristiwa penting di Indonesia dan sosok-sosok yang mengesankan untuk disimak-- dan dimuat di buku Ceritalah Indonesia , Karim tidak hanya menyambung kembali hubungan kita dengan saudara serumpun melainkan juga juga mencerminka n pandangan seorang intelektual Malaysia sekaligus penulis penting di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dengan reputasi internasional ini, tentang persoalan-persoalan dalam hubungan dua negeri dan apa yang terjadi di Indonesia pasca-Soeharto.

Esai-esainya yang cerdas, kritis, dan kadang jenaka akan mengajak kita menyongsong masa depan Indonesia dengan optimistis, juga menjembatani hubungan bilateral pemerintah Indonesia-Malaysia ke arah yang lebih bermartabat dan saling menghargai, ujarnya.

Esai-esai Karim, menurut Linda, pantas menjadi rujukan siapa pun untuk melihat negara Indonesia dari sisi lain. Karim menulis dari sisi yang oleh kita jarang terpikirkan.

Pameran patung dan instalasi Putu Sutawijaya dan peluncuran buku Karim Raslan, juga menghadirkan bintang tamu Dewa Bujana.

Namun sebelumnya, Butet membacakan salah satu esai Karim Raslan yang tidak dimuat di buku Ceritalah Indonesia, yang bercerita tentang Gus Dur versi Malaysia.

Sumber : http://oase.kompas.com/
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger