Home » » Sayur Asam di Bali Bistro Shanghai

Sayur Asam di Bali Bistro Shanghai

Home > Kabar Berita > Wisata > Sayur Asam di Bali Bistro Shanghai



Sayur Asam di Bali Bistro Shanghai

KOMPAS.com - Bali Bistro... Tak dinyana, restoran yang menyajikan melulu hidangan Indonesia di Shanghai, China ini membuat para pengunjungnya berdecak puas usai menyantap. Orang Jepang menyukai sajian nasi goreng kampung alias nasi goreng berbumbu terasi.

Orang Malaysia menyukai masakan rendang dan sambal balado-nya. Orang Arab dan India menyukai sate dan sayur kari yang tak lain adalah gule di restoran ini.

Di Bali Bistro, orang Indonesia umumnya menyantap gado-gado, opor ayam, ikan bakar, dan bebek goreng bengil, tapi bagi orang-orang Indonesia yang ”berlidah” Jawa, akan memilih sayur asam, ayam penyet, ikan asin jambal roti, sambal terasi atau sambal bawang putih plus lalapan.

Tak ketinggalan nasi rawon dan soto ayam warisan Mari Elka Pangestu yang saat restoran dibuka, belum menjadi menteri perdagangan.

Kuah sayur asamnya segar dan pedas, lekat di lidah dan ingatan. ”Tapi buat orang-orang Tiongkok, sajian sayur asam kami terlalu pedas. Mereka sering meminta kami agar membuat sayur asam yang kurang pedas karena sesungguhnya mereka suka. Tapi dengan halus kami tolak, sebab, sayur asam buatan kami sudah jadi cap sedap buat para pengunjung setia kami yang umumnya berasal dari Indonesia,” jelas Asisten Manajer Restoran, Okky Hidayat (23), Selasa (14/9/2010), di Bali Bistro, Shanghai.

Minuman dan makanan ringannya? Teh tubruk, es teh, es cendol, es cincau, es buah, es campur, es kopyor, klepon, kulak, bubur sumsum, tahu susur (tahu goreng berisi toge dan wortel), dan pisang bakar dengan adonan keju dan coklat.

Sambil bersantap, para tamu disuguhi musik instrumental gamelan sunda, keroncong, atau musik instrumental tradisional dari Tanah Air lainnya. Buaian musik dan tampilan interior restoran berlantai dua ini, membuat hati rindu kampung halaman.

Restoran Muslim

Selain lezat, seluruh sajian di restoran ini 100 persen halal. Sebab, tujuan awal dibukanya restoran ini untuk memenuhi kebutuhan warga Indonesia, terutama kalangan diplomat, pengusaha dan politisi yang datang ke Shanghai. Sebagian besar mereka Muslim.

Bali Bistro terletak di Jalan Wan Hang Du nomor 75 (di peta disebut sebagai Jalan Wuning) sebelah barat Jalan Beijing, tak jauh dari Vihara Jing'an. Bisa dicapai dengan kereta bawah tanah jalur 45B (jalur Caojiadu - Stasiun Bangson Yuan), atau kereta bawah tanah jalur 36B (jalur Dongxin, jalur Guangfu-Luban). Restoran buka dari pukul 11.00 hingga pukul 21.00.

Salah satu perintis dibukanya restoran ini adalah Mari Elka. Cerita berawal saat Mari Elka dan belasan ibu-ibu di tahun 2002 sering kebingungan menyajikan makan besar untuk para petinggi yang datang dari Jakarta. Juru masak yang jadi andalan cuma Mari Elka yang piawai memasak nasi rawon dan soto ayam.

Belasan ibu-ibu yang tergabung dalam IBAS (Indonesian Business Association of Shanghai) kemudian menggagas dibukanya restoran Indonesia. Mereka pun berusaha mencari tempat yang disewakan.

Sayang, harga sewa tempat di Shanghai tak terjangkau lagi. Beruntung, mereka hanya menyajikan masakan Muslim sehingga mendapat keringanan sewa dari pemerintah China.

Menurut Okky, saat restoran dibuka, sepi pengunjung. Sebab, mereka masih asing dengan menu Indonesia. Berbeda dengan menu Thailand yang sudah dikenal lama para turis dan orang-orang Tiongkok.

Dengan tekun, para pengelola menjelaskan satu persatu menu yang ada di restoran itu pada setiap tamu yang datang. Hari demi hari Bali Bistro mulai dikenal.

Beruntung saat Mari Elka mundur dari restoran karena menjadi menteri, Bali Bistro menemukan juru masak andal, Legimin.

Menurut pengelola restoran lainnya, Onisari dan Johanes Lie, Legimin adalah pria Jawa yang tinggal di Medan. ”Jadi masakan Melayu, terutama rendang-nya, dan sayur asam Jawa-nya pun 'kena' dilidah,” tutur Onisari.

Meski demikian, lanjut Johanes, Bali Bistro masih terus berusaha menyesuaikan racikannya dengan lidah orang asing di Shanghai.

Okky mengatakan, selain karena kebutuhan makan para diplomat Indonesia, pembukaan Bali Bistro juga berlatar belakang kekecewaan hadirnya sebuah restoran di Shanghai yang menjanjikan masakan Indonesia, tetapi justru lebih banyak menyajikan masakan Thailand. ”Rasa kebangsaan kami tersengat oleh kehadiran restoran milik warga Hongkong tersebut,” ucap Onisari.

Kini, setiap hari restoran milik IBAS ini dikunjungi lebih dari 60 pengunjung. ”Untuk membuat sayur asam, setiap satu setengah bulan kami mendatangkan asam Jawa dari Tanah Air hingga belasan kilogram,” kata Legimin. Menurut dia, beberapa bumbu seperti terasi pun didatangkan dari Indonesia.

Jika pembaca datang untuk kedua kalinya ke Bali Bistro, rasanya berapa pun uang habis di restoran itu, tak ada artinya dibanding kepuasan melahap hidangan di Bali Bistro. Coba saja. (Windoro Adi)

Sumber : http://travel.kompas.com/
--------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger