ilustrasi
Tuban Gelar Festival Hadrah
SURABAYA, KOMPAS.com--Warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban dalam upaya melestarikan budaya tradisional mengadakan Festival Hadrah antardesa di wilayah tersebut.
"Kegiatan ini sengaja kami lakukan karena masih dalam suasana Lebaran 1431 Hijriah," kata "Community Relations Manager" PT Holcim Indonesia Tbk, Ummu Azizah, dihubungi di Tuban, Senin.
Menurut dia, hadrah adalah sejenis kesenian musik tradisional yang biasa dipentaskan dalam agenda keagamaan dan sangat diminati masyarakat Tuban. "Sementara itu, sejumlah peserta festival itu di antaranya perwakilan masyarakat dari enam desa," ujarnya.
Ia mencontohkan, masyarakat yang berpartisipasi di festival itu di antaranya warga Desa Sawir, Merkawang dan Glondonggede di Kecamatan Tambakboyo, Desa Karangasem di Kecamatan Jenu, Desa Mliwang, dan Desa Kedungrejo di Kecamatan Kerek. "Setiap desa mengirimkan dua kelompok yang masing - masing antara tujuh orang hingga 10 orang," katanya.
Mengenai penampilan peserta festival, jelas dia, setiap kelompok menyajikan kreasinya antara dua lagu hingga tiga lagu. Festival ini merupakan salah satu rangkaian acara untuk menyemarakkan Perayaan Idul Fitri 1431 Hijriah.
"Kegiatan ini sengaja diadakan di Glondonggede seiring serah terima Balai Desa Glondonggede yang dibangun persero dengan masyarakat desa tersebut," katanya.
Ia berharap, perlombaan pelestarian budaya tradisional semacam itu dapat menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus mempertahankan khasanah budaya tradisional yang bernilai tinggi. "Selain itu, kami menyajikannya sebagai upaya menghibur masyarakat setempat," katanya.
Ke depan, lanjut dia, persero yang merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dapat melaksanakan kegiatan mempertahankan warisan budaya tradisional lain di wilayah berbeda. Apalagi, sampai sekarang perlombaan seperti itu jarang diadakan oleh beragam perusahaan terkemuka.
"Kami yakin, jika agenda ini bisa diadakan secara rutin akan ada berbagai budaya tradisional lain yang dapat dikenal masyarakat Indonesia, baik masyarakat budaya maupun pariwisata," katanya.
Sumber : http://oase.kompas.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar