KASKUS
Fajar menyingsing di Pantai Cermin, Ulee Lheu, yang tersohor dengan sebutan The Zero Point of Tsunami". Di sana terdapat kuburan massal untuk mengenang korban tsunami pada 26 Desember 2004.
Fajar menyingsing di Pantai Cermin, Ulee Lheu, yang tersohor dengan sebutan The Zero Point of Tsunami". Di sana terdapat kuburan massal untuk mengenang korban tsunami pada 26 Desember 2004.
Fajar Menyingsing di Titik Nol Tsunami
JAKARTA, KOMPAS.com - Pada 26 Desember 2004 lalu, gempa tak terduga dengan kekuatan 8,9 Skala Richter yang diikuti tsunami, meluluhlantakkan wilayah Aceh dan menewaskan ratusan ribu orang. Akibatnya, banyak korban yang dimakamkan di banyak lokasi kuburan massal.
"Walau bagaimanapun, musibah yang menelan banyak kerugian itu harus disikapi sebagai pembelajaran dan hikmah bagi masyarakat Aceh untuk bangkit demi masa depan. Dan, warga Aceh sudah melakukannya," tutur Tourism Planner dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nanggroe Aceh Darussalam, Rahmahdhani, Jumat (1/10/2010) saat ditemui dalam Indonesia Tourism and Travel Fair (ITTF) 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Hall B. ITTF 2010 akan berlangsung hingga Minggu (3/10/2010).
Rahmahdhani mengatakan, salah satu upaya Pemprov NAD untuk membangkitkan Aceh melalui dunia pariwisata adalah memanfaatkan sejumlah kuburan massal korban tsunami sebagai titik persinggahan bagi para turis.
"Sekarang kuburan-kuburan massal menjadi destinasi wisata baru paling terkenal yang rutin dikunjungi masyarakat setempat, terutama anggota keluarga korban, dan para warga asing yang punya ikatan emosional dan spiritual ketika pernah membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh," ujar Dhani.
Ada banyak lokasi kuburan massal korban tsunami di Aceh, tapi pemakaman massal yang terbesar terdapat di Lambaro, Lhok Nga, dan Ulee Lheu. Ulee Lheu merupakan salah satu obyek wisata paling terkenal di Banda Aceh dengan keelokan Pantai Cermin.
Daerah yang tersohor dengan sebutan the zero point of tsunami itu mempunyai pelabuhan besar yang siap mengantar para pelancong ke Pulau Aceh dan Pulau Weh.
Dhani menjelaskan, dua kali dalam sehari ada kapal feri yang menyeberang ke Pulau Weh dengan memakan waktu sekitar 2,5 jam. "Kalau mau yang lebih cepat, Anda bisa naik kapal feri khusus penumpang yang berangkat dua kali per hari dengan waktu 45 menit," kata dia.
Bila ingin ke Pulau Aceh, disediakan kapal yang rutin berangkat dua kali per hari. "Waktu tempuhnya 1,5 jam," ujar Dhani.
Pantai Cermin adalah satu-satunya pantai berpasir hitam yang ada di Banda Aceh dengan Pelabuhan Ulee Lheu di sekitarnya. Setiap akhir pekan banyak keluarga yang berkunjung ke pantai yang banyak diselimuti pohon cemara itu.
"Pantai Cermin itu jaraknya tujuh kilometer dari pusat kota dan bisa ditempuh 15 menit dengan angkutan umum. Idealnya, ke sana pada sore hari karena Anda bisa menikmati panorama matahari tenggelam (sunset)," kata Rahmahdhani.
Sumber : http://travel.kompas.com/
--------------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar