Badan kapal USAT Liberty, Tulamben ---MI/Sem Purba
Lokasi Penyelaman di Bali
Penulis : Sem Purba
DI samping Tulamben dan Menjangan, Media Indonesia mencatat tiga titik atau dive spots selam favorit di Bali yang sayang dilewatkan, yaitu
Bloo Lagoon, Padang Bai
Terkadang dilafalkan Padang Bay, desa kecil di pantai timur Bali, sekitar satu setengah jam dari Kuta. Keunikan menyelam di sini adalah pemakaian jukung (kapal nelayan tradisional) untuk mengantar penyelam ke titik selam. Terlihat pula vegetasi berupa padang lamun, namun tidak begitu luas.
Topografi: lantai laut melandai, berpasir putih.
Kedalaman: 25 meter.
Visibilitas: 20 meter.
Spesies: koral gajah, koral tanduk rusa, ikan sebelah, ikan pari totol biru, ikan pogo-pogo, siput laut, lobster, sotong, dan penyu.
Coral Garden, Amed
Terletak di sebuah teluk, sekitar setengah jam dari Tulamben atau dua setengah jam dari Kuta. Titik selam Coral Garden, sesuai namanya, padat koloni koral keras dan lunak. Titik selam ini bersebelahan dengan jurang sedalam 30 meter.
Topografi: lantai laut melandai.
Kedalaman: 12 meter.
Visibilitas: 20 meter.
Spesies: sponge, gorgonia, kuda laut, udang hias, ikan kakatua, ikan pisau (shrimpfish), ikan pari, hiu karang sirip putih, ikan napoleon, bakung laut (crinoid).
Crystal Bay, Nusa Penida
Pulau yang terdiri atas batu cadas putih (limestone) ini dapat dijangkau dengan ferry dari Padang Bai selama sekitar satu jam. Memiliki titik selam terkenal bernama Crystal Bay. Karena letaknya di teluk, arusnya tergolong lemah. Tapi temperaturnya yang dingin patut diantisipasi.
Topografi: lereng yang tidak terlalu curam, terdapat gua.
Kedalaman: 40 meter
Visibilitas: 25 meter.
Spesies: mola mola, ikan kuwe besar (trevally), ikan pari, ikan injel (angelfish), ikan bibir tebal (sweetlips), ikan platak (batfish), penyu sisik.
Secara umum, penyelaman baik dilakukan dari Juni sampai Oktober. Arus tidak terlampau kuat dan visibilitas tinggi. Untuk mengetahuinya, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dive centers yang darinya Anda menyewa peralatan dan jasa.
Waktu terbaik adalah pagi, untuk menghindari arus dan gelombang yang kuat, sekaligus untuk kenyamanan karena tidak jarang Anda akan berjumpa spesies Homo sapiens, alias sesama penyelam atau snorkelers. Lalu lintas dalam air yang padat tentu mengurangi kenyamanan penyelaman.
Data spesies yang disebutkan dapat bervariasi dan umumnya terlihat di hari terang. Ada pula spesies yang muncul musiman, terlebih spesies migratory (melakukan migrasi untuk mencari makan dan berkembang biak) seperti mola-mola. Jika melakukan night dive (penyelaman di malam hari), Anda akan menjumpai spesies nokturnal seperti siput laut jenis Spanish dancer dan hiu karang sirip putih yang ditemukan di Bloo Lagoon.
Akan lebih baik jika Anda memiliki buku tentang biota laut agar mudah mengidentifikasi spesies berikut memahami perilaku mereka. Hiu karang sirip putih, misalnya, sering mendekati penyelam karena ingin tahu. Jika penyelam panik, hiu dapat terprovokasi untuk menyerang. Umumnya makhluk cerdas tersebut akan menjauh setelah puas memindai penyelam. (Sem/M-3)
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar