Masjid Agung Jambi -- wisatamelayu.com
Masjid Agung Beratap Tiga di Jambi
Penulis : Rimbo Afred
MAU tahu seperti apa bangunan ini? Langsung saja Anda pergi ke Jambi, karena di sana terdapat Masjid Agung Pondok Tinggi yang terletak di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci.
Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun pada 1874 dengan atap tumpang yang berlapis tiga. Dinding masjid ini dulunya terbuat dari anyaman bambu, namun pada 1890 warga setempat menggantinya dengan papan kayu yang diukir dengan aneka motif yang ada di Persia, Romawi, Mesir dan Indonesia sendiri.
Tiga lapisan atap masjid bergaya lama ini memiliki makna filosofi hidup, yaitu bapucak satu atau berpucuk satu (masyarakat setempat mempunyai satu kepala adat dan beriman kepada Tuhan Yang Esa), berempe jurai atau berjurai empat (lambang dari 4 jurai yang terdapat di Masjid Pondok Tinggi) dan batingkat tigae atau bertingkat tiga (simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun).
Selain itu masjid ini ditopang oleh 36 tiang penyangga yang terbagi menjadi 3 bagian. Tiang-tiang tersebut ditata sesuai dengan ukuran, komposisi, dan letaknya masing-masing. Tiang panjang sembilan (tiang tuo) berjumlah 4 buah dan diletakkan di ruangan bagian dalam, tiang panjang limau (panjang lima) sebanyak 8 buah di ruangan bagian tengah dan tiang panjangduea (panjang dua) sebanyak 24 buah di ruangan bagian luar.
Masjid Agung Pondok Tinggi dibuat oleh M. Tiru atas persetujuan 4 orang penting di desa itu (Bapak Rukun sebagai Rio Mandaro, Bapak Hasip sebagai Rio Pati, Bapak Timah, dan Haji Rajo Saleh sebagai Rio Tumenggung.
Jika Anda menggunakan kendaraan roda empat, Masjid Agung Pondok Tinggi bisa ditempuh dari Kota Jambi ke Kota Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam.
Setelah lelah, Anda pun bisa segera mencari tempat penginapan murah di hotel-hotel kelas melati di sekitar masjid atau mencicipi hidangan khas Kerinci, seperti beras payo, gulai ikan semah, dendeng bateko, kacang tojin, lemang, atau minum kopi kerinci dan teh kayu aro.(wisatamelayu/*/X-12)
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar