Catedral de Nuestra Senora de La Paz -- commons.wikimedia.org
Sembilan Tempat Menarik di La Paz, Bolivia
DIDIRIKAN pada 20 Oktober 1548 dengan nama La Ciudad de Nuestra Senora de La Paz, yang sekarang dikenal sebagai La Paz, ibukota Bolivia ini adalah campuran yang dinamis dari budaya etnik dan warisan sejarah. Perpaduan budaya dan warisan sejarah ini membuat La Paz menjadi tempat menarik untuk berlibur.
Jika Anda berkesempatan bepergian ke sini, berikut ini beberapa tempat menarik yang bisa Anda kunjungi.
1. Mercado de las Brujas
Mengunjungi La Paz tidak lengkap tanpa mengunjungi Mercado de Hechicceria atau Mercado de las Brujas. Barang dagangan yang dijual di sini termasuk tumbuhan, obat-obatan serta bahan lainnya biasa digunakan dalam tradisi Aymara.
Mercado de las Brujas juga terkenal sebagai pasar penyihir. Di jalanan ini, Anda akan melihat kios yang menjual barang-barang aneh seperti, jimat, obat alami, herbal, kristal, patung keberuntungan, dan embrio hewan.
Di sekitar pasar penyihir, Anda juga bisa menemui pasar tradisional yang menjual benda-benda seni, kerajinan tangan. Pasar ini terletak di Calle Sagarnaga, Calle Linares, dan Calle Illampu.
2. Plaza Murrillo
Plaza Murillo adalah alun-alun utama kota. Nama aslinya adalah Plaza Mayor namun kemudian berganti nama untuk menghormati Pedro Domingo Murillo (1759-1810). Pedro Domingo Murillo adalah seorang pejuang kemerdekaan Bolivia, yang menemui ajalnya di sini ketika ia digantung pada 1810. Di tengah-tengah Plaza Murrilo, Anda juga bisa melihat monumen pahlawan setinggi 3 meter.
Alun-alun besar ini seringkali digunakan para penduduk lokal untuk bersantai. Aktivitas populer di sini adalah memberi makan merpati.
3. Catedral de Nuestra Senora de La Paz
Dibangun pada tahun 1835, katedral ini adalah bangunan mengesankan yang pantas untuk Anda lihat. Catedral de Nuestra Senora de la Paz, merupakan sebuah bangunan batu sederhana dengan mezbah emas sederhana. Gereja ini dibangun dekat lokasi misi pertama La Paz, yang didirikan pada tahun yang sama oleh Jaime Yesuit Bravo.
4. Presidential Palace
Presidential Palace terletak di sebelah selatan Plaza Murillo. Dikenal secara lokal sebagai Palacio Quemado, ini adalah tempat tinggal resmi presiden.
Bangunan ini diselesaikan pada 1852, namun sempat beberapa kali terbakar selama pemberontakan pada 1870. Sejak saat itu Presidential Palace dibangun kembali dan dirubah beberapa kali.
Di luar Istana Kepresidenan Anda bisa melihat penjaga berseragam merah. Seragam ini dipakai selama Perang Pasifik (1879-1884), ketika Chili berhasil merebut kawasan pantai Bolivia. Kini, seragam ini mengirim pesan bahwa Chile harus mengembalikan tanah itu kepada Bolivia.
5. Iglesia de San Francisco
Iglesia de San Francisco adalah gereja campuran mestizo dan gaya baroque Spanyol yang mengesankan. Gereja yang terletak di alun-alun San Francisco ini adalah tempat favorit untuk pernikahan Indian.
Konstruksi asli Gereja ini dimulai pada 1548, satu tahun sebelum pendirian La Paz. Gereja ini sempat runtuh akibat tumpukan salju pada 1610 dan dibangun kembali pada 1784. Gereja ini juga memadukan unsur seni asli dan Katolik dan memiliki Facade Baroque San Francisco kaya akan simbol-simbol adat seperti tokoh topeng, ular, naga dan burung tropis.
Bila ingin mengunjungi gereja ini, Anda bisa datang di hari Senin-Sabtu mulai pukul 16.00-18.00 waktu setempat dan tidak dikenakan biaya.
6. Museo de EtnografÃa y Folklore
Museo de EtnografÃa y Folklore adalah museum kecil yang menampilkan pameran budaya dari beragam etnis Bolivia. Pada ruangan di lantai dasar, Anda akan menemukan tampilan yang mengesankan dari topeng Andes.
Atau Anda bisa menuju lantai atas untuk melihat sebuah pameran yang didedikasikan untuk budaya Uru Chipaya dengan model desa yang khas dan penjelasan tentang teknik berburu mereka. Selain itu, museum ini juga memiliki perpustakaan audio-visual dimana Anda dapat menonton video singkat tentang tarian tradisional Bolivia, kelompok etnis, sejarah dan adat istiadat.
Museum yang terletak di Calle Espana 74 ini buka hari Senin-Jumat mulai pukul 9.30-18.30 waktu setempat sementara hari Sabtu tutup lebih awal yaitu pukul 12.30 waktu setempat. Museum ini tidak mengenakan biaya masuk
7. Valle de la Luna (Lembah Bulan)
Valle de la Luna atau lembah bulan terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota La Paz, di provinsi Pedro Domingo Murillo. Lembah ini merupakan suatu daerah dimana erosi telah mengikis pegunungan.
Selama berabad-abad unsur-unsur alam telah menciptakan sebuah karya seni yang agak aneh. Di sini, Anda seolah-olah seperti melihat padang pasir yang penuh dengan stalagmit. Hal ini mirip dengan zona lain La Paz yang dikenal sebagai el Valle de las Animas (Lembah jiwa-jiwa).
8. Situs Arkeologi Tiwanaku
Terletak dekat danau Titicaca di provinsi Ingavi sekitar 72 kilometer Barat La Paz, situs arkeologi Tiwanaku merupakan peninggalan bersejarah suku Inka. Situs arkeologi ini belum sepenuhnya digali, namun berjalan diantara reruntuhan ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.
Anda bisa berkunjung ke situs ini hari apa saja, asalkan mulai pukul 9.00-16.30 waktu setempat. Biaya masuk ke situs ini Bs15 (sekitar Rp19 ribu).
9. Museo del Charango
Terletak di Calle Linares, museum ini menampilkan pameran berbagai alat musik. Jika Anda kebetulan seorang musisi maka museum ini merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Di museum ini, Anda bisa melihat charangos (instrumen ukulele tradisional Bolivia) dan instrumen adat lainnya yang digunakan dalam musik rakyat Bolivia. Anda juga dapat mengikuti pelajaran alat musik tiup di sini.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 9.30-18.30 waktu setempat dengan biaya masuk US$0,6 (sekitar Rp5.500).(*/X-12)
Foto Galeri :
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar