Kesenian Reog Ponorogo menyambut penumpang kapal pesiar MS Albatross saat sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/3/2010). MS Albatross yang membawa 850 penumpang berlayar dari Monte Carlo, Kanada berlayar menuju Exmounth, Australia. Selain di Surabaya, MS Albatross juga singgah di Bali, Semarang dan Jakarta.
Tingkatkan Promosi Wisata ke Eropa!
DENPASAR, KOMPAS.com — Pemerintah harus berani meningkatkan kegiatan promosi kepariwisataan ke Eropa, khususnya Perancis, mengingat negara di kawasan Eropa itu sangat potensial dan turis negeri itu royal membelanjakan uangnya.
Menurut pengamat pariwisata, Dewa Rai Budiasa, di Denpasar, Kamis (30/9/2010), patut disayangkan apabila turis asal Perancis yang ke Bali mulai berkurang. Padahal, masyarakat negeri itu potensial melakukan perjalanan ke luar negeri.
Perancis merupakan negara yang masuk 10 besar pemasok turis asing ke Bali selama ini, dan sekarang mulai berkurang. Karena itu, diperlukan promosi yang lebih intensif ke negeri itu.
Turis Perancis yang berlibur ke Bali pada 2008, misalnya, meningkat dari 76.062 orang menjadi 110.224 orang pada tahun berikutnya dan tahun ini hingga Mei 2010 baru 37.028 orang atau turun 0,4 persen dari periode yang sama sebelumnya.
"Kalau Bali kurang mampu berpromosi ke Eropa, pemerintah pusat perlu lebih intensif melakukan usaha untuk bisa menarik lebih banyak turis Eropa, termasuk masyarakat Perancis berlibur ke negeri ini," kata Dewa Rai.
Apalagi Garuda Indonesia dan penerbangan internasional negara lainnya makin gencar melakukan penerbangan mengambil lintasan dari Eropa ke Indonesia dan sebaliknya, maka wajar kalau turis Eropa makin banyak ke Indonesia.
"Tetapi, kalau turis Perancis sampai berkurang datang berlibur ke Indonesia, termasuk Bali perlu dipertanyakan," kata Dewa Rai, sambil meminta para komponen pariwisata perlu juga berbenah diri mengikuti perkembangan dunia.
Perilaku wisatawan asing yang datang ke Bali mulai berubah, sekitar tahun 1980-an masyarakat internasional yang berlibur ke sini umumnya menyenangi penginapan yang berlokasi di pantai, baik itu di Kuta, Sanur maupun Nusa Dua.
"Kini sudah beralih ke bangunan vila yang muncul menjamur di daerah persawahan di daerah ini sehingga tidak mengherankan kalau penginapan elite muncul di daerah pertanian," kata Putrawan, pengamat pariwisata lainnya.
Menurut Putrawan, wisatawan luar negeri yang datang berlibur ke Pulau Dewata umumnya menginginkan ketenangan batin, mengingat di negerinya sudah sibuk dari berbagai aktivitas yang sangat melelahkan.
"Turis asing yang mencari ketenangan di Bali bisa disaksikan. Mereka sekarang lebih senang menginap di hotel atau vila yang ada di pinggir sungai (jurang) atau di lereng tebing yang kebanyakan ada di pedesaan," papar Putrawan.
Sumber : http://travel.kompas.com/
--------------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar