Vihara Tri Dharma Bumi Raya ---depdagri.go.id
Toa Pekong, Cikal Bakal Tionghoa Singkawang
ETNIS Tionghoa telah lama menjadi bagian dari kekayaan nusantara. Ini terlihat dari beberapa bangunan keagamaan yang ada, salah satunya Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, di vihara ini Anda juga bisa melakukan wisata budaya.
Vihara Tri Dharma Bumi Raya adalah vihara tertua di Singkawang yang diperkirakan telah berusia 200 tahun. Penduduk setempat juga biasa menyebut vihara ini Tai Pak Kung (Toa Pekong).
Vihara yang terletak di pusat Kota Singkawang ini merupakan salah satu ciri khas dan cikal bakal berdirinya Kota Singkawang. Meski tahun pembuatannya belum ditemukan secara pasti, namun menurut Komunitas Tionghoa Singkawang, usianya setara dengan sejarah keberadaan komunitas Tionghoa Singkawang yaitu lebih dari 200 tahun.
Ketika tiba di kompleks vihara, kesan magis akan langsung terlihat. Meskipun tidak semegah Vihara Budha Tri Darma, tapi kesan sakral yang dimunculkan di vihara ini akan langsung didapatkan begitu melangkahkan kaki memasuki pintu vihara.
Bangunan vihara jelas menampakan kesan tua. Dinding dan kayu penyangga ruangan juga memunculkan kesan bahwa vihara ini mempunyai usia yang cukup panjang. Sedikitnya umur vihara ini telah mencapai 100 tahun.
Di vihara ini, Anda tidak akan menemukan bangunan bertingkat. Hanya ada satu lantai yang merupakan pusat dari segala aktivitas keagamaan. Misalnya upacara sembahyang yang dilakukan setiap hari pada waktu sore dan salah satu perangkat upacara yang sangat penting adalah patung Pek Kong.
Menurut pengurus Vihara Tri Dharma Bumi Raya, patung yang terbuat dari kayu itu didatangkan langsung dari Cina. Di sini, Anda bisa melihat tiga pasang Patung Pek Kong.
Vihara yang terletak tepat di jantung Kota Singkawang ini juga dipercaya sebagai tempat berdiamnya Dewa Bumi Raya. Dewa ini dipercaya oleh etnis Tionghoa sebagai dewa yang menjaga Kota Singkawang.
Sebagai vihara tertua di Singkawang, Vihara Tri Dharma Bumi Raya juga dijadikan sebagai pusat kegiatan dalam Perayaan Cap Go Meh, yaitu perayaan masyarakat Tionghoa yang turun ke jalan pada hari ke-14 sampai 15 setelah tahun baru Imlek atau diagendakan setiap tanggal 28 Februari.
Bila hendak berkunjung, lokasi vihara yang berada di pusat Kota Singkawang sangat mudah di akses. Jika menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung meluncur ke lokasi dengan tujuan Jalan Pasar Tengah, Kota Singkawang. Berkunjung ke vihara ini, Anda juga tidak dipungut biaya. (wisatamelayu/*/X-12)
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar