ANTARA/R REKOTOMO
Kisah Laksamana Cheng Ho di Gedong Batu
ALKISAH seorang laksamana Tiongkok terkenal bernama Cheng Ho singgah di daerah Simongan, Semarang. Hingga saat ini kisah itu masih dikaitkan dengan Klenteng Sam Poo Kong atau Gedong Batu yang diyakini sebagai kuil persinggahan pertama si laksamana beragama Islam itu.
Selain di dalam negeri, Klenteng Sam Poo Kong terkenal hingga ke mancanegara, bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok.
Uniknya tujuan wisata Klenteng Sam Poo Kong kebanyakan dikunjungi oleh warga muslim Tiongkok bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Tiongkok yang lekat dengan dupa dan lilin.
Hal itu disebabkan warga muslim Tiongkok dari propinsi Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia yang memiliki latar belakang Islam.
Beralih dari kisah sejarah menuju bangunan klenteng, Anda akan menemukan bangunan inti berupa sebuah gua batu. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa.
Di dalam gua batu terdapat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho. Di lokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah.
Selain gua batu, di Klenteng Sam Poo Kong juga bisa dijumpai beberapa tempat pemujaan yang sering dikunjungi oleh para peziarah di antaranya tempat Pemujaan Dewa Bumi atau Fu De Zheng Shen (Hok Tek Cheng Sin Hokkian) berupa arca.
Tempat Pemujaan Dewa Bumi yang disebut Klenteng Thao Tee Kong merupakan tempat pemujaan untuk mengucapkan rasa terima kasih atau memohon berkah dan keselamatan hidup kepada Dewa yang menguasai bumi.
Kemudian ada tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam Juru Mudi kapal yang ditempangi Laksamana Cheng Ho, tempat pemujaan Kyai Jangkar, tempat sembahyang arwah Ho Ping, tempat pemujaan Nabi Khong Tju, tempat pemujaan Mbah Kyai Jangkar, tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi, dan tempat Pemujaan Kyai & Nyi Tumpeng.
Pemberian nama tempat pemujaan tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut.
Dengan berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong, Anda tidak hanya bisa mengetahui sejarah laksamana Tiongkok dengan latar belakang Islamnya namun juga bisa melihat arsitektur unik bangunannya. (*/X-12)
Berita Asal Baca di Sumber
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar