Taman Nasional Teluk Cendrawasih -- wisatamelayu.com
Menjelajahi Manokwari
KOTA Manokwari terletak tepat di atas semenanjung Kepala Burung Pulau Papua, atau yang dikenal sebagai Provinsi Papua Barat. Khas pulau yang belum banyak terjamah, di kota ini Anda bisa menemukan petualangan alam yang masih murni.
Manokwari membentang di sekitar Teluk Doreri dan terbaring di antara perbukitan rendah yang didominasi pegunungan Arfak ke arah selatan. Ini membuatnya ideal untuk kegiatan trekking ke pegunungan Arfak.
Selama kegiatan trekking Anda bia melihat pondok burung, rumah-rumah tradisional, dan tari tradisional Magase. Pecinta kupu-kupu juga akan menemukan spesies kupu-kupu yang unik di sini.
Sebuah panaroma indah akan menanti trekker saat berjalan di antara Manokwari dan Ransiki. Sementara itu jauh di pegunungan Arfak, Anda juga akan menemukan Danau Giji dan Danau Gita. Di sekitar danau tersebut tinggal masyarakat Hatam dan Manikom dengan tradisi uniknya.
Manokwari juga terkenal sebagai kota tempat penyebaran agama Kristen pertama di Papua yang dimulai oleh dua misionaris Jerman C.W. Ottow dan G.G. Geissler yang mendarat pada 5 Februari 1855.
Untuk melihat sisa-sisa peninggalan misionaris itu, Anda bisa berkunjung ke Gereja Koawi yang berada di luar kota pada jalan menuju Pantai Pasir Putih. Sementara di Pantai Pasir Putih sendiri ada banyak karang dangkal yang pas untuk kegiatan snorkeling.
Masih penasaran mengetahui jejak kedua misionaris Jerman itu, Anda bisa menuju Pulau Mansenam dengan sebuah longboat dari pelabuhan. Sasampainya di pulau, Anda bisa melihat salib putih besar sebagai tugu peringatan saat pertama kali dua misionaris tersebut mendarat dan mendirikan pos misi pertama di Irian.
Menilik ulang sejarah kota, selama Perang Dunia II, Manokwari pernah menjadi benteng pertahanan tentara Jepang untuk melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Saat mendaki bukit di kawasan Gunung Meja, Anda akan menemukan tugu peringatan pendaratan pertama dari divisi 221 dan 222 Jepang.
Di sisi barat pulau, Anda juga dapat melihat sebuah bangkai kapal besar Jepang yang tenggelam selama Perang Dunia II. Bangkai kapal ini sekarang menjadi rumah untuk berbagai jenis ikan dan karang.
Satu fakta lagi, Manokwari juga merupakan titik keberangkatan ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih.
Bila berminat untuk berlibur ke Maokwari, dari Jakarta, Surabaya, atau Makassar, Anda bisa mengambil penerbangan ke Biak yang terhubung ke bandara Rendani di Manokwari.(*/X-12)
Berita Asal Baca di Sumber
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar