Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Bandara di Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara di Jawa. Tampilkan semua postingan

Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung - BDO

Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung - BDO

Husein Sastranegara, Bandung - BDO

Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
Bandar Udara Husein Sastranegara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bandar Udara Husein Sastranegara adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Selain untuk melayani masyarakat, bandara ini juga merupakan salah satu pangkalan angkatan udara TNI. Jika dilihat di peta maka bandara umum akan terlihat di sebelah barat selatan dan militer di kanan barat selatan. Di sebelah utara landas pacunya dapat terlihat hanggar-hanggar milik P.T Dirgantara Indonesia.

Pesawat yang mendarati Bandar Udara Husein Sastranegara:
  • Merpati Nusantara Airlines (Batam, Surabaya, Semarang, Makassar, Denpasar/Bali)
  • Sriwijaya Air (Surabaya, Menado)
  • Indonesia AirAsia (Kuala Lumpur-Sepang, Singapore, Denpasar/Bali, Medan (mulai 26 November 2009)
  • Wings Air (Yogyakarta)
  • Susi Air (Pangandaran, Jakarta)
Sejarah

Pesawat pembom Martin B-10 ML-KNIL (Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia-Belanda) di Andir (tahun 1937)

Bandar udara Husein Sastranegara dibangun Belanda di masa kolonial, di desa Andir.

Bandar Udara Achmad Yani, Semarang - SRG

Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten - CGK

Achmad Yani, Semarang - SRG

Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
Bandar Udara Internasional Achmad Yani
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bandar Udara Internasional Achmad Yani (IATA: SRG, ICAO: WARS) terletak di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama bandara ini diambil dari salah satu pahlawan revolusi Indonesia, Achmad Yani. Peresmian menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004.

Data bandara
  • Landasan utama: 2.680 x 45 m [1][2]
  • Jumlah penumpang setiap hari: 1.600 sampai 2.000 (2006)
Perusahaan penerbangan
  • Garuda Indonesia (Jakarta, Singapore)
  • Lion Air (Jakarta)
  • Wings Air (Surabaya)
  • Linus Airways (Jakarta, Pangkalanbun)
  • Batavia Air (Jakarta, Pontianak, Singapore)
  • Mandala Airlines (Jakarta, Banjarmasin)
  • Sriwijaya Air (Jakarta, Surabaya)
Rencana masa depan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai projek ini tahun 2005. Bandar udara internasional Achmad Yani nanti akan memiliki fasilitas berikut ini:
  • Perpanjangan landasan — Landasan sepanjang 2.680 m yang mampu menampung Boeing 767 dan Airbus A320 baru-baru ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah.
  • Terminal baru yang lebih besar — Terminal baru ini akan dibangun di sebelah utara terminal lama, seluas 21.500 meter persegi dan mampu menangani dua pesawat ukuran besar dan 8 pesawat ukuran kecil.

    Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta - JOG

    Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta - JOG

    Adi Sucipto, Yogyakarta - JOG

    Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
    Bandar Udara Adi Sutjipto

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Bandara Adi Sutjipto adalah bandar udara yang terletak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kode ICAOnya WARJ (dahulu WIIJ), Kode IATA: JOG.

    Bandar udara ini dulu dinamakan Maguwo, sesuai dengan nama desa tempatnya berada (Maguwoharjo). Penggantian nama dilakukan setelah pesawat Dakota VT-CLA yang dikemudikan oleh Marsekal Muda Anumerta Agustinus Adisutjipto ditembak jatuh oleh pesawat Belanda tanggal 29 Juli 1947. Semula merupakan lapangan udara militer, namun penggunaannya diperluas untuk kepentingan sipil. Hingga sekarang masih terdapat bagian yang merupakan daerah tertutup (terbatas untuk kegiatan militer). Bandar udara ini juga merupakan bandar udara pendidikan Akademi Angkatan Udara dari TNI Angkatan Udara. Juga Skadron Pendidikan 101 (FFA AS-202-18A, T-41D) dan Skadron Pendidikan 102 (T-34C, KAI KT-1).

    Luas bandara: 88,690 m², dengan dua landasan pacu.

    Sampai akhir tahun 2004, diperkirakan sudah lebih dari 2 juta penumpang setiap tahun yang dilayani.

    Terminal Baru, ATC Baru, Apron Baru, Taxiway Baru, dan Runway Baru dibangun pada 12 April 2007 dioperasikan pada 20 Maret 2010.

    Penerbangan Internasional

    Bandara Adisucipto menjelma menjadi bandara internasional pada tanggal 21 Februari 2004. Pada saat itu, Garuda Indonesia mengoperasikan rute Yogyakarta - Kuala Lumpur. Sebulan selanjutnya, giliran Singapura yang dikunjungi oleh Garuda Indonesia. Sekitar bulan November 2006, Garuda Indonesia menghentikan rute - rute internasional.

    Tetapi pada tanggal 30 Januari 2008, penerbangan internasional dilanjutkan kembali dengan menghadirkan Air Asia yang mengoperasikan Airbus A320 dengan rute Yogyakarta - Kuala Lumpur. Sejak 1 Februari 2008, Malaysia Airlines turut datang ke Yogyakarta dengan mengoperasikan Boeing 737-400.

    Bulan April 2008, Air Asia membuat rute Yogyakarta - Kuala Lumpur menjadi setiap hari.

    Dan tanggal 16 Desember 2008, Garuda Indonesia kembali melayani rute Yogyakarta - Singapore mulai pukul 18.00 WIB, setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

    Maskapai
    • AirAsia (Kuala Lumpur)
    • Air India (Mumbai, Chennai)
    • All Nippon Airways (Matushima-Natindo [dimulai 1 Juni])
    • Batavia Air (Balikpapan, Jakarta, Pontianak, Surabaya, Kendari [dimulai 9 Juni])
    • Cebu Pacific (Cebu, Clark, Davao, Manila)
    • Delta Air Lines (New York-JFK)
    • Garuda Indonesia (Bali, Jakarta, Singapura)
    • Gulf Air (Tabuk Manarat-Al-Tahirat, Damaskus-SCTV Ngetop [dimulai 9 Juni])
    • Indonesia AirAsia (Jakarta, Southampton [dimulai 8 Juli])
    • Kartika Airlines (Jakarta)
    • Lion Air (Bali, Jakarta, Guangzhou, Tokyo-Narita)
    • Malaysia Airlines (Kuala Lumpur, Penang)
    • Mandala Airlines (Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta, Jeju, Langsa, Malang, Bacolod [dimulai 1 Juni])
    • Wings Air (Jakarta, Surabaya)
    • United Airlines (Doha, Damaskus-SCTV Ngetop [dimulai 1 Juni], Tabuk-Manarat-Al-Tahirat [dimulai 1 Juni])
    • Merpati Nusantara Airlines (Jakarta, London-Gatwick, Makassar, Prague, Southampton)

    Bandar Udara Adisumarmo, Solo - SOC

    Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Adisumarmo, Solo - SOC

    Adisumarmo, Solo - SOC

    Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
    Bandar Udara Adisumarmo
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Bandar Udara Adisumarmo (SOC/WRSQ) adalah bandara yang melayani kota Surakarta (Solo) 57108, Jawa Tengah yang dioperasikan PT (Persero) Angkasa Pura I.

    Bandara ini melayani penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, Lion Air, dan Batavia Air untuk penerbangan Jakarta-Solo Pulang Pergi, dan Silk Air untuk penerbangan Solo-Singapura PP serta Air Asia untuk penerbangan Solo-Kuala Lumpur, di samping penerbangan langsung ke Mekkah atauJeddah, Arab Saudi dikarenakan Solo sebagai kota embarkasi Haji untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.Sebagaimana bandara yang lain, bandara Adisumarmo ini terletak di luar kota Solo tepatnya di Ngemplak, Boyolali. Bandara ini juga berfungsi sebagai pangkalan TNI AU

    Data-data
    Data Bandara
    • Jarak dari Surakarta, 14 kilometer
    • Koordinat 07°30´58"S, 110°45´25"E
    • Ketinggian 128 meter
    • Jumlah terminal: 2 terminal penumpang, 2 terminal kargo, 11 tempat parkir pesawat
    Data Lapangan Terbang

    Runway 1: Heading 08/26, 2,600m (8,530ft), 68/F/C/X/T, ILS, Lighting: PAPI
    Fire Category VIII, Rescue and fire fighting Navigational Aids: VOR-DME, NDB Airfield Restrictions: Wide body ACFT 180 turn at the end of Runway
    Fasilitas Kargo

    Kapasitas 48tonnes (105.000lbs), gudang seluas 574m² (6,178sq ft), kawasan berikat, hanya kargo domestik, karantina hewan, fasilitas kesehatan, peralatan X-ray , bahan berbahaya, GPU, sabuk berjalan kargo, dan kursi roda.

    Perusahaan Penerbangan
    Penerbangan Domestik
    • Garuda Indonesia (Jakarta)
    • Sriwijaya Air (Jakarta)
    • Lion Air (Jakarta)
    • Batavia Air (Jakarta)
    Penerbangan Internasional
    • Air Asia (Kuala Lumpur)
    • Silk Air (Singapura)

      Bandar Udara Juanda, Surabaya - SUB

      Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Juanda, Surabaya - SUB

      Juanda, Surabaya - SUB

      Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
      Bandar Udara Internasional Juanda
      Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

      Bandara Internasional Juanda, adalah bandar udara internasional yang melayani kota Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya. Bandara Juanda terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan kota Surabaya. Bandara Internasional Juanda dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 1.

      Bandara ini memiliki panjang landasan 3000 meter. Bandara Juanda yang baru memiliki luas sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m². Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun.

      Terminal Lama

      Bandara Internasional Juanda yang lama memiliki 2 buah terminal, yaitu satu terminal domestik dan satu terminal internasional. Terminal domestik dibagi menjadi dua sub-terminal, yaitu A untuk kedatangan dan B untuk keberangkatan. Terminal internasional juga dibagi menjadi dua sub-terminal, yaitu C untuk keberangkatan dan D untuk kedatangan. Kritik bandara yang terlihat seperti terminal bus datang dari banyak penumpang karena mereka menilai bahwa sebagai bandara internasional, Bandara Internasional Juanda harus segera dibenahi.

      Terminal Baru

      Bandara yang baru ini memiliki 11 airbridge atau garbarata. Bandara Juanda yang baru sudah dioperasikan mulai dari tanggal 07 November 2006, walaupun baru diresmikan pada tanggal 11 November 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Bandara Juanda baru terdiri dari tiga lantai.

      Terminal Baru dibagi menjadi dua terminal: Terminal A atau Terminal Internasional dan Terminal B atau Terminal Domestik. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia domestik menggunakan Terminal A sebagai terminal keberangkatan domestik mereka, sedangkan Terminal B sebagai terminal kedatangan domestik mereka. Semua penerbangan internasional Garuda Indonesia tetap terbang atau mendarat dari Terminal A.

      Kebanyakan penerbangan di terminal baru ini sudah menggunakan garbarata/belalai gajah, tetapi tetap ada yang masih menggunakan tangga, terutama bagi pesawat-pesawat domestik.

      Pajak Pelayanan Bandara
      • Pajak domestik: Rp. 30.000,00/penumpang
      • Pajak internasional: Rp. 150.000,00/penumpang
      Maskapai Penerbangan
      Terminal A
      Domestik
      • Garuda Indonesia ; keberangkatan domestik (Jakarta, Denpasar)
      Internasional
      • AirAsia (Johor Bahru , Kuala Lumpur)
      • Indonesia AirAsia (Kuala Lumpur, Southampton)
      • Cebu Pacific (Cebu, Davao, Manila)
      • Cathay Pacific (Hong Kong)
      • China Airlines (Taipei-Taoyuan (ViaSingapore))
      • EVA Air (Taipei-Taoyuan)
      • Garuda Indonesia (Hong Kong, Singapore)
      • Malaysia Airlines (Kuala Lumpur)
      • Merpati Nusantara Airlines (Kuala Lumpur)
      • Royal Brunei Airlines (Bandar Seri Begawan)
      • Singapore Airlines
      • Silk Air (Singapura)
      • Jetstar Asia Airways
      • Valuair (Singapura)
      Terminal B
      Domestik
      • AirAsia
      • Indonesia AirAsia (Jakarta)
      • Batavia Air (Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar Bali, Jakarta, Kupang, Palangkaraya, Ujung Pandang, Yogyakarta)
      • Garuda Indonesia : Kedatangan domestik (Denpasar, Jakarta)
      • Citilink (Batam, Balikpapan, Ujung Pandang, Jakarta, Banjarmasin)
      • Lion Air (Ambon (via Ujung Pandang), Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Denpasar Bali, Jakarta, Mataram, Ujung Pandang, Yogyakarta)
      • Wings Air (Banjarmasin, Denpasar Bali, Jakarta, Ujung Pandang)
      • Mandala Airlines (Batam, Denpasar Bali, Jakarta)
      • Merpati Nusantara Airlines (Bandung, Denpasar Bali, Jakarta, Kupang, Mataram, Palangkaraya, Pontianak, Ujung Pandang, Yogyakarta)
      • Sriwijaya Air (Balikpapan, Banjarmasin, Palangka Raya, Jakarta, Kupang, Semarang, Ujung Pandang)
      • Trigana Air (Banjarmasin, Batam)
      • Express Air Makassar Connect to Manado and Papua Route
      Maskapai Yang Sudah Tidak Beroperasi Lagi
      • Star Air
      • Adam Air
      • Jatayu Air
      • Air Efata
      • Kartika Airlines
      • Bouraq Airlines
      • Qantas Airways
      • Sunsett Australia
      • Saudi Arabian Airlines
      • Bayu Indonesian Airlines
      • Indonesia Airlines
      • Thai Airways
      • Lion Air Hong Kong Route
      • British Airways Southampton Route
      Transportasi Darat
      Bus
      Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat yang dapat mengantarkan penumpang ke Terminal Purabaya/Bungurasih dengan biaya Rp 15.000,-. Pada bulan November 2006, bertepatan dengan pembukaan bandara baru, sistem transportasi bus baru tersebut mulai dioperasikan.
      Taksi
      Taksi Primkopal Juanda memberlakukan tarif tetap ke berbagai macam tujuan di kota Surabaya dan daerah sekitarnya termasuk Malang, Blitar, Jember, Tulungagung. Berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia, hanya Taksi Primkopal Juanda yang diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang. Tiket taksi dapat dibeli di loket di pintu keluar bandara baik domestik atau internasional. Bagaimana pun juga, seluruh taksi diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang menuju bandara.

      Selain taksi resmi, seperti bandara di Indonesia lainnya, terdapat pula taksi-taksi gelap yang biasanya tarifnya lebih murah, tetapi tentu saja keamanan tidak bisa dijamin.

      Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta - HLP

      Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta - HLP

      Halim Perdanakusuma, Jakarta - HLP

      Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
      Bandar Udara Halim Perdanakusuma
      Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

      Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

      Lapangan terbang Cililitan di tahun 1925

      Sejarah
      Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

      Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

      Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

      Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten - CGK

      Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa > Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten - CGK

      Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten - CGK

      Bandara / Bandar Udara Internasional di Indonesia
      Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
      Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

      Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (IATA: CGK, ICAO: WIII) (disingkat Bandara Soetta) merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani kota Jakarta di pulau Jawa, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, dan wakil presiden pertama, Muhammad Hatta. Bandar udara ini sering disebut Cengkareng, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu CGK. Kepanjangan dari CGK adalah Cengkareng

      Letaknya sekitar 20 km barat Jakarta, di Kota Tangerang, Banten. Operasinya dimulai pada 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer. Terminal 2 dibuka pada tahun 1992.

      Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2,400 m. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines, dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional juga domestik oleh Garuda dan Merpati.

      Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse. Terminal 1A, 1B dan 1C digunakan (kebanyakan) untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Terminal 1A melayani penerbangan oleh Lion Air dan Wings Air. Terminal 1B melayani penerbangan oleh Batavia Air, Kartika Airlines, dan Sriwijaya Air. Sedangkan terminal 1C melayani penerbangan oleh Airfast Indonesia, Indonesia AirAsia, dan Mandala Airlines.

      Terminal 2D dan 2E digunakan untuk melayani semua penerbangan internasional maskapai luar. Terminal 2D untuk semua maskapai luar yang dilayani oleh PT Jasa Angkasa Semesta, salah satu kru darat bandara. Terminal 2E untuk maskapai internasional yang dilayani oleh Garuda, termasuk semua penerbangan internasional Garuda dan Merpati. Terminal 2F untuk penerbangan domestik Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines.

      Terminal 3 telah dibuka untuk umum pada 15 April 2009. Terminal ini bernuansa eco-airport (bandara ramah lingkungan). Terminal 3 akan dipergunakan oleh Maskapai penerbangan berbiaya murah dan direncanakan dapat didarati pesawat model Airbus A380.

      Bandar udara ini dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu, yang juga merancang bandar udara Charles de Gaulle di Paris. Salah satu karakteristik besar bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu. Bagaimanapun, karena perawatannya yang kurang, lokasinya tidak strategis dan pendapatan kurang, bandar udara ini lebih rendah daripada bandara internasional lainnya di daerah itu.

      Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta memiliki 150 loket check-in, 30 pengklaiman bagasi dan 42 gerbang. Setiap sub-terminal memiliki 25 loket check-in, 5 pengklaiman bagasi dan 7 gerbang.

      Angkasa Pura II sedang merencanakan pembangunan terminal baru dengan fitur desain yang modern. Terminal 3 dibangun untuk maskapai bertarif rendah. Terdapat sebuah rencana besar untuk membangun 5 terminal penumpang + 1 terminal haji dan 4 landasan pacu.

      Pada 2009, bandara ini akan terhubung dengan Stasiun Manggarai (stasiun pusat Jakarta masa depan) oleh kereta api.

      Bandar udara ini membebankan pajak sebesar Rp 100.000 ($9 USD/8 Euro) untuk setiap penumpang internasional dan Rp 40.000 untuk setiap penumpang domestik.

      Sejarah

      Antara 1928–1974, Bandar Udara Kemayoran yang ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat dengan basis militer Indonesia, Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Penerbangan sipil di area tersebut menjadi sempit, sementara lalu lintas udara meningkat cepat, yang mana mengancam lalu lintas internasional.

      Pada awal 1970-an, dengan bantuan USAID, delapan lokasi berpotensi dianalisa untuk bandar udara internasional baru, yaitu Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan dan Tangerang Utara. Akhirnya, Tangerang Utara dipilih dan ditandai juga Jonggol dapat digunakan sebagai bandara alternatif. Sementara itu, pemerintah memulai upgrade terhadap Bandar Udara Halim Perdanakusumah untuk melayani penerbangan domestik.

      Antara 1974-1975, sebuah konsorsium konsultan Kanada mencakup Aviation Planning Services Ltd., ACRESS International Ltd., dan Searle Wilbee Rowland (SWR), memenangkan tender untuk proyek bandara baru. Pembelajaran dimulai pada 20 Februari 1974 dengan total biaya 1 juta Dollar Kanada. Proyek satu tahun tersebut disetujui oleh mitra dari Indonesia yang diwakili oleh PT Konavi. Pada akhir Maret 1975, pembelajaran ini menyetujui rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal Haji. Terminal domestik bertingkat tiga dibangun antara 1975-1981 dengan biaya US$465 juta dan sebuah terminal domestik termasuk apron dari 1982-1985 dengan biaya US$126 juta. Sebuah proyek terminal baru, diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (kode: JIA-C), dimulai.

      1975 – 1977: Untuk membuka lahan dan mengatur perbatasan provinsi dibutuhkan waktu. Schiphol Amsterdam ditanyai pendapatnya yang mana menurut mereka agak mahal dan overdesign. Biayanya meningkat karena penggunaan sistem desentralisasi. Sistem sentralisasi menjadi yang terbaik.

      Tim tersebut masih menggunakan sistem desentralisasi. Sistem awal Bandar Udara Orly West, Lyon Satolas, Hanover-Langenhagen dan Kansas City digunakan karena simpel dan efektif.

      12 November 1976: Undangan Tender kepada konsultan Perancis dengan pemenangnya Aeroport de Paris.

      18 Mei 1977: Kontrak akgir ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dengan Aeroport de Paris dengan biaya 22,323,203 franc dan Rp 177.156.000 yang ekuivalen dengan 2,100,000 Franc. Waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut adalah 18 bulan, dan pemerintah menunjuk PT Konavi sebagai mitra lokal.

      Hasilnya adalah:
      • 2 landasan pacu termasuk taxiway
      • Jalan aspal: 1 di timur, yang lainnya di barat untuk layanan bandara. Jalan barat ditutup untuk publik.
      • 3 terminal yang dapat menangani sekitar 30 juta penumpang per tahun
      • 1 terminal untuk penerbangan internasional dan 2 untuk domestik
      • Kebun di dalam bandara dipilih sebagai gambaran.

      20 Mei 1980: Pekerjaan dimulai dengan biaya untuk 4 tahun. Sainraptet Brice, SAE, Colas bersama PT Waskita Karya sebagai pembangun.

      1 Desember 1980: Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian senilai Rp 384.8 miliar dengan pembangun. Biaya struktur tersebut mencapai Rp 140.450.513.000 dari APBN, 1,223,457 Franc disumbang oleh Perancis dan US$15,898,251 dari pemerintah.

      1 Desember 1984: Bandar udara ini secara fisik selesai.

      1 Mei 1985: Terminal kedua dimulai pembangunannya pada 11 Mei 1992. Pada 23 Desember 1986, Kepres No. 64 Tahun 1986 mengenai kontrol udara dan daratan di sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta dikeluarkan.

      Maskapai Penerbangan

      Penerbangan Tujuan Terminal
      AirAsia Kuala Lumpur 2D
      Air Canada Calgary, Edmonton, Montréal-Mirabel, Montréal-Pierre Elliott Trudeau, Ottawa-Macdonald-Cartier, Toronto-Lester B. Pearson, Vancouver 2D
      Air China Beijing, Shanghai, Tianjin 2D
      Air Macau Macau 2D
      American Airlines Las Vegas-Mc Carran, Los Angeles, Miami, New York City-Jhon F. Kennendy,New York City-La Guardia, San Francisco, Washington D.C-Dulles, Washington D.C-Ronald Reagan 2A
      Batavia Air (Domestik) Ambon, Balikpapan, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Berau, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jambi, Jayapura, Kendari, Kupang, Langsa, Luwuk, Manado, Manokwari, Makassar, Malang, Mataram, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkalpinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya, Tarakan, Ternate, Yogyakarta 1B
      Batavia Air (Internasional) Guangzhou 2E
      British Airways Liverpool-John Lennon, London-Ashford, London-Biggin Hill, London-City, London-Croundon, London-Gatwick, London-Healthrow, London-Liverpool, London-Luton, London-Stansted, London-Southend, Manchester, Scotland-Barra Cathay Pacific Hong Kong 2D
      Cebu Pacific Manila 2D
      China Airlines Hong Kong, Taipei-Songshan, Taipei-Taoyuan 2D
      China Eastern Airlines Beijing, Shanghai, Tianjin 2D
      China Southern Airlines Beijing, Shanghai, Tianjin 2D
      Citilink Surabaya 1B
      Czech Airlines Prague (all airlines) 2E
      Emirates Airline Dubai 2D
      Etihad Airways Abu Dhabi 2D
      EVA Air Taipei-Songshan, Taipei-Taoyuan 2D
      Garuda Indonesia (Domestik) Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Biak, Denpasar/Bali, Jambi, Jayapura, Kendari, Kupang, Makassar, Malang, Manado, Mataram, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu (dimulai 1 Juli 2010), Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, Timika, Yogyakarta 2F
      Garuda Indonesia (Internasional) Amsterdam[1], Bangkok-Suvarnabhumi, Beijing, Dammam, Dubai[2], Guangzhou, Ho Chi Minh City, Hong Kong, Jeddah, Kuala Lumpur, Melbourne , Perth, Riyadh, Seoul-Incheon, Shanghai-Pudong, Singapore, Sydney, Taipei-Taoyuan, Tokyo-Narita 2E
      Hong Kong Airlines Hong Kong, Taipei-Taoyuan, Taipei-Songshan, Toronto-Lester B. Pearson 2D
      Indonesia AirAsia (Domestik) Medan , Denpasar/Bali , Surabaya, Yogyakarta 3
      Indonesia AirAsia (Internasional) Bangkok-Suvarnabhumi, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Kuala Lumpur, Penang, Southampton 2D
      Japan Airlines Tokyo-Narita 2D
      Jetstar Airways Perth , Singapore 2D
      Kartika Airlines Batam, Bengkulu , Medan, Padang, Palembang , Manado , Ternate , Makassar 1B
      KLM Royal Dutch Airlines Amsterdam, Den Haag, Kuala Lumpur, Rotterdam 2E
      Korean Air Seoul-Gimpo, Seoul-Incheon 2E
      Kuwait Airways Kuwait, Kuala Lumpur 2D
      Lion Air (Domestik) Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Banjarmasin, Batam, Bau Bau, Bengkulu, Bima, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jambi, Kaimana, Kendari, Kupang, Makassar, Manado, Mataram, Medan, Nabire, Padang, Palu, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Solo, Sorong, Sumbawa, Surabaya, Tahuna, Tual, Yogyakarta 1A
      Lion Air (Internasional) Ho Chi Minh City, Kuala Lumpur, Singapore, Jeddah (Menunggu Persetujuan Pihak Arab Saudi) 2E
      Lufthansa German Airlines Berlin-Schönefeld, Berlin-Tegel, Boyolangu, Dortmund, Frankfurt, Hamburg, Hannover, Kediri, Mainz, Malang, Munich, Stuggart, Surabaya, Tulungagung 2D
      Malaysia Airlines Johor Baru, Kuala Lumpur, Melbourne 2D
      Mandala Airlines Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Denpasar/Bali, Jambi, Kupang, Medan, Padang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Surabaya, Tarakan, Yogyakarta 3
      Merpati Nusantara Airlines (Domestik) Bandar Lampung, Biak, Denpasar, Jayapura, Makassar, Merauke, Sorong, Surabaya, Timika 2F
      Philippine Airlines Manila, Singapore 2D
      Qatar Airways Doha, Singapore 2D
      Qantas Sydney Perth , Singapore 2D
      Royal Brunei Airlines Bandar Seri Begawan 2E
      Saudi Arabian Airlines Jeddah, Riyadh, Singapore 2E
      Shanghai Airlines Shanghai 2A
      Shenzhen Airlines Shenzhen 2D
      Singapore Airlines Singapore 2D
      Sriwijaya Air (Domestik) Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jambi, Kendari, Kupang, Makassar, Malang, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, Tarakan 1B
      Sriwijaya Air (Internasional) Singapore 2D
      Taiwan Airlines Taipei-Songshan, Taipei-Taoyuan 2D
      Thai AirAsia Phuket 2D
      Thai Airways International Bangkok-Suvarnabhumi 2D
      Tiger Airways Singapore 2D
      Turkey Airlines Singapore , Istanbul 2D
      United Airlines Las Vegas-Mc Carran, Los Angeles, Miami, New York City-Jhon F. Kennendy,New York City-La Guardia, San Francisco, Washington D.C-Dulles, Washington D.C-Ronald Reagan 2D
      United American Airlines Las Vegas-Mc Carran, Los Angeles, Miami, New York City-Jhon F. Kennendy,New York City-La Guardia, San Francisco, Washington D.C-Dulles, Washington D.C-Ronald Reagan 2A
      USA Airlines Las Vegas-Mc Carran, Los Angeles, Miami, New York City-Jhon F. Kennendy,New York City-La Guardia, San Francisco, Washington D.C-Dulles, Washington D.C-Ronald Reagan 2A
      Valuair Singapore 2D
      Viva Macau Macau 2D
      Wings Air Bali, Fak Fak, Luwuk, Manado, Mataram, Medan, Palembang, Pekanbaru, Sorong, Surabaya, Ternate, Solo, Yogyakarta 1A
      Yemenia Dubai, Kuala Lumpur, Sana’a 2D

      Maskapai Penerbangan Yang Berhenti Beroperasi Menuju Jakarta
      • Adam Air (Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Denpasar/Bali, Jambi, Kupang, Makassar, Singapore, Manado, Mataram, Medan, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Penang, Pontianak, Semarang, Singapore, Solo, Surabaya, Yogyakarta) / Izin penerbangan di cabut
      • Aeroflot (Moscow)
      • Air Canada (Singapore, Toronto)
      • Air Efata (Jakarta - Surabaya - Makassar - Biak - Jayapura - Ambon - Timika) / Memiliki Hutang banyak
      • Air France (Paris-Charles de Gaulle, Singapore) / Air France telah bergabung dengan KLM
      • Air India (Delhi, Mumbai, Singapore)
      • Allitalia (Milan-Malpensa, Rome)
      • All Nippon Airways (Osaka-Kansai, Tokyo-Narita)
      • American Airlines (Singapore, Los Angeles)
      • Ansett Australia Airlines (Sydney)
      • Asiana Airlines (Seoul-Gimpo)
      • Balkan (Sofia)
      • British Airways (London-Heathrow)
      • Bouraq Indonesia Airlines (Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Davao, Denpasar/Bali, Kupang, Makassar, Malang, Manado, Mataram, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Solo, Surabaya, Tarakan, Ternate, Yogyakarta) / Izin penerbangan dicabut
      • China Eastern Airlines (Shanghai)
      • Czech Airlines (Prague)
      • Gulf Air (Abu Dhabi, Bahrain, Manama, Muscat)
      • Indonesian Airlines (Balikpapan, Batam, Denpasar/Bali, Dubai, Palembang, Surabaya, Yogyakarta) / Izin penerbangan dicabut
      • Jatayu Airlines (Balikpapan, Batam, Guangzhou, Ipoh, Medan, Pekanbaru, Penang, Singapore, Surabaya, Yogyakarta) / Izin penerbangan dicabut
      • Linus Airways (Jakarta , Semarang , Pangkalabun , Palembang , Batam , Peknabaru , Medan ) / Management Buruk
      • Pakistan International Airlines (Karachi)
      • Royal Jordanian Airlines (Amman, Kuwait City)
      • Shanghai Airlines (Shanghai)
      • SilkAir (Singapore)
      • SriLankan Airlines (Colombo)
      • Star Air (Balikpapan, Denpasar/Bali, Kuala Lumpur, Kupang, Manado, Medan, Pekanbaru, Surabaya) / Izin penerbangan dicabut
      • Swissair (Zurich)/Dilikuidasi oleh Crossair efektif Oktober 4, 2001 dan berhenti terbang pada tahun 2002.
      • Uzbekistan Airways (Tashkent)
      Lounge

      Terdapat 4 lounge kelas utama dan bisnis di Lounge Transit di area keberangkatan. Jasa Angkasa Semesta (JAS) Lounge, tersedia untuk penumpang kelas utama dan bisnis Qantas, Lufthansa, Gulf Air, EVA Air, Saudi Arabian Airlines, Singapore Airlines dan Cathay Pacific.

      Pura Indah Lounge, tersedia untuk penumpang kelas utama dan bisnis Singapore Airlines (hanya kelas utama), KLM, Malaysia Airlines, Cathay Pacific dan China Airlines.

      Lounge kelas utama eksekutif Aerowisata Catering Services (ACS), tersedia hanya untuk penumpang internasional Garuda Indonesia. Lounge ini juga menerima pemegang kartu GECC.

      Lounge Garuda Indonesia tersedia untuk penumpang domestik kelas utama dan bisnis dan pemegang kartu GECC.

      Bandara - Bandar Udara di Jawa

      Home > Tiket Pesawat > Bandara - Bandar udara > Bandara - Bandar Udara di Indonesia > Bandara - Bandar Udara di Jawa

      Bandara di Jawa

      Bandar Udara Internasional
      1. CGK - Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten
      2. HLP - Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta
      3. SUB - Bandar Udara Juanda, Surabaya
      4. SOC - Bandar Udara Adisumarmo, Solo
      5. JOG - Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta
      6. SRG - Bandar Udara Achmad Yani, Semarang
      7. BDO - Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung
      Bandar Udara Domestik
      1. PCB - Bandar Udara Pondok Cabe, Jakarta
      2. PPJ - Bandar Udara Pulau Panjang, Kepulauan Seribu
      3. TSY - Bandar Udara Cibeureum, Tasikmalaya
      4. CBN - Bandar Udara Cakrabhuwana, Cirebon
      5. CXP - Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap
      6. PWL - Bandar Udara Wirasaba, Purbalingga
      7. KWB - Bandar Udara Dewa Daru, Karimunjawa
      8. CPF - Bandar Udara Ngloram, Cepu
      9. MLG - Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang
      10. SUP - Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep
      11. MSI - Bandar Udara Masalembo, Masalembo
         
        Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
        Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
        Template Created by Creating Website Published by Mas Template
        Proudly powered by Blogger