ilustrasi
Pamekesan Akan Dirikan Kampung Batik
PAMEKASAN, KOMPAS.com--Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan mendirikan kampung batik seiring dengan pesatnya perkembangan kerajinan batik tulis dan dipatenkannya sejumlah jenis motif batik.
"Pamekasan mungkin satu-satunya daerah yang memiliki batik tulis dengan ciri-ciri tertentu sehingga kami upayakan mendapatkan hak paten. Kami juga akan mengembangkan kampung batik," kata Bupati Pamekasan, Kholilurrohman, Minggu.
Untuk tahap awal, Pemkab Pamekasan telah menetapkan Desa Klampar, Kecamatan Proppo, sebagai kampung batik. "Kami sudah mendapatkan dukungan penuh dari BNI untuk merealisasikan program itu," katanya.
Di Dusun Banyumas, Desa Klampar, itulah awal mula kerajinan batik dikembangkan masyarakat Madura sebelum akhirnya meluas ke sembilan dari 11 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
Saat ini, jumlah perajin batik di Kabupaten Pamekasan telah mencapai sekitar 6.000 orang. "Ini menunjukkan kegiatan usaha tersebut berkembang secara massal, meski sebatas industri rumahan," katanya.
Oleh sebab itu pula, Kabupaten Pamekasan dikukuhkan sebagai daerah sentra batik di Jatim pada 2009. Sebelumnya, Museum Rekor Indonesia (Muri) juga telah mencatat Kabupaten Pamekasan sebagai daerah yang mampu menghasilkan kerajinan batik tulis hingga mencapai 1.530 meter.
Selain untuk memenuhi pasar nasional, batik dari Pamekasan juga berhasil diekspor hingga sejumlah negara di benua Amerika dan Afrika serta kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Kadarisman Sastrodiwiryo, menambahkan, sejumlah upaya sudah dilakukan agar potensi usaha batik tulis di wilayahnya itu dapat berkembang dan menembus pasar nasional dan internasional.
Saat ini, Pemkab Pamekasan mengupayakan pengurusan hak paten terhadap dua motif utama batik tulis Pamekasan.
"Sebenarnya ada sekitar 30 motif yang dikembangkan perajin batik tulis, namun dari hasil pengkajian hanya ada dua motif yang memiliki ciri khas Pamekasan sehingga layak mendapatkan hak paten," katanya.
Setelah berhasil mengembangkan desa batik dan mendapatkan hak paten, Pemkab Pamekasan akan menyulap Pasar 17 Agustus atau Pasar Barat menjadi sentra penjualan batik setara dengan Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah.
"Kami akan mendirikan sentra penjualan batik yang lebih representatif seperti Pasar Klewer di Solo," kata Wabup saat mendampingi Bupati Kholilurrahman di Pendapa Kabupaten Pamekasan.
Sumber : http://oase.kompas.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar