La Maison des Maitres Chocolatiers -- tripadvisor.com
36 Jam di Brussels
BRUSSELS yang secara de facto merupakan ibu kota dari Uni Eropa menyimpan banyak keindahan, lokasi bersejarah, maupun tempat-tempat menarik. Di antara negara-negara Eropa, Brussels memiliki daya tarik wisata yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Berikut ini beberapa tempat menarik hasil penjelajahan selama 36 jam di Brussels yang dimulai Jumat, seperti dikutip dari nytimes.com . Ini mungkin bisa menjadi bahan referensi Anda saat hendak berkunjung ke sana.
1. Haut chocolate (Jumat, pukul 16.00 waktu setempat)
Kota Brussel dikenal karena cokelatnya. Ikuti hidung Anda ke La Maison des Maitres Chocolatiers, sebuah butik baru yang memberikan variasi cokelat yang beragam. Cobalah berhenti di sini untuk merasakan beberapa contoh cokelat yang ditawarkan gratis atau membawa pulang suvenir sebuah kotak sampler seharga 22 euro (sekitar Rp250 ribu)
2. Kaviar dan Seni (19.30)
Dari Brussel, kota Paris memerlukan waktu tempuh satu jam dengan kereta api, tetapi restoran Kwint berjarak lebih dekat sehingga untuk merasakan varian kaviar tidak perlu datang jauh-jauh ke sana.
Retoran yang didirikan sebagai sebuah usaha bersama oleh dua purveyor Paris, Caviar Kaspia dan La Maison de la Truffe ini menyajikan berbagai menu lezat seperti truffle-poached egg seharga 9 euro (sekitar Rp102 ribu), sebuah Baltic smoked salmon seharga 18 euro (sekitar Rp204 ribu) dan kerang casserole dengan krim truffle seharga 24 euro (sekitar Rp273 ribu).
Selain makanan yang lezat ruang makan di restoran ini juga mempunyai nilai seni yang tinggi. Ruang makan yang seperti katedral, dibingkai oleh lengkungan dan patung logam indah buah karya desainer Belgia Arne Quinze. Suasana ini menawarkan latar belakang dramatis pada saat bersantap.
3. Menikmati bir (21.30)
Belgia telah menjadi benteng penyeduh bir sejak abad pertengahan. Di antara benteng penyeduh bir terbaru, yang paling lengkap adalah Kafe Delirium yang terletak di gang buntu di belakang Grand Place. Bar bawah tanah yang dibuka pada 2004 ini mempunyai sekitar 2.000 pilihan bir. Jika Anda tidak dapat memilih, cobalah citrusy Rulles Blonde dengan membayar 3,5 euro (sekitar Rp40 ribu).
4. Mengunjungui Museum Musee Magritte (Sabtu, 10.00)
Museum Musee Magritte yang dibuka pada tahun 2009, menyajikan berbagai koleksi dari Rene Magritte, tokoh Surealis Belgia yang tinggal di Brussels selama sebagian besar hidupnya. Meskipun banyak lukisan terkenal telah hilang, ini adalah salah satu koleksi terbesar di dunia kerja artis yang mencakup sekitar 250 karya seni. Di ruang bawah tanah pada museum ini Anda juga bisa melihat sebuah film berdurasi 45 menit tentang kehidupan Magritte dan tonggak artistiknya.
5. Makan siang A La Mort Subite (12.30)
Sejak 1928 warga telah berkumpul di A La Mort Subite, sebuah kafe tua yang sekarang lebih dikenal sebagai rumah bir lambic, bersama warga Belgia lainnya Anda bisa menikmati tartines (daging sapi tartare) seharga 5,2 euro (sekitar Rp59 ribu), dan segelas kreik atau bir rasa ceri seharga 4,1 euro (sekitar Rp47 ribu).
6. Belanja (14.30)
Di sepanjang Rue Antoine Dansaert hanya beberapa blok dari Grand Place, Anda akan menemukan beberapa toko yang akan memanjakan hasrat berbelanja. Anda bisa mengunjungi Olivier Strelli yang menjual gaun romantis bagi perempuan dan jaket khaki untuk laki-laki, Nicolas Woit yang membawa keromantisan tahun 1940-an pada balutan rok dengan harga mulai dari 160 euro (sekitar Rp1,8 juta), Christophe Coppens yang menawarkan topi dan aksesoris seperti pin kerah (165 euro), dan loftlike Stijl yang menampilkan karya desainer terkenal seperti Dries van Noten.
7. Bersepeda di du Parc du Cinquantenaire (17.30)
Menjelajahi du Parc du Cinquantenaire dengan sepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan. Greensward seluas 74 hektar tertuang dalam gaya klasik untuk merayakan 50 tahun kemerdekaan Belgia.
Kawasan ini memiliki jalur untuk bersepeda yang bebas dari mobil. Dengan naik sepeda Villo berwarna kuning yang menjadi bagian dari program berbagi-sepeda yang di mulai pada Mei 2009, Anda bisa menjelajahi 180 lokasi di seluruh kota. Biaya untuk melewati satu hari 1,5 euro (sekitar Rp17 ribu) ditambah 1,5 euro (sekitar Rp17 ribu) untuk 90 menit pertama.
8. Bersantap di Belga Queen (20.00)
Desain dan makanan Belgia bertemu dalam sebuah tempat yang tepat bernama Belga Queen. Pemiliknya, Antoine Pinto mewujudkan sebuah gaya restoran yang sukses. Di sini, Anda bisa mencoba berbagai varian itik yang disajikan dengan tiga cara dengan harga berkisar antara 22 euro-23 euro (sekitar Rp250 ribu-Rp261 ribu). Atau Anda bisa menuju klub cerutu di ruang bawah tanah.
9. Swing time (22.00)
Bunyikan bel untuk masuk ke dalam L'Archiduc, sebuah lounge nyaman yang terasa seperti kotak perhiasan Art Deco, dengan kayu bar yang dipoles, bangku berpola dan balkon berhias logam. Di sini Anda bisa menikmati live musik campuran jazz dengan country dan Creole.
Jika ingin clubbing, Anda bisa pergi ke Mundo Mappa. Di sinilah para bohemia Brussels, duduk-duduk di bangku empuk, mengepulkan asap berbentuk cincin sambil mendengar irama house musik sampai Latin.
10. Berburu komik, (Minggu, 9.00)
Tidak lengkap rasanya kalau mengunjungi Brussel tanpa melihat komik karena tokoh kartun Smurfs lahir di sini. Selain itu. Anda juga bisa melihat mural berwarna-warni yang disiramkan di seluruh kota.
Di Brussel, Anda juga bisa mengunjungi museum yang objeknya adalah tokoh kartun reporter muda fiksi dengan sedikit rambut jambulnya, Tintin. Tokoh ini merupakan karya dari Georges Prosper Remi, yang menggunakan nama pena Herge. Nama penanya kemudian dijadikan sebuah museum tiga lantai .
11. Berburu barang-barang antik (tengah hari)
Ada banyak pasar barang antik di seluruh kota, namun yang paling beragam mungkin pasar loak di Place du Jeu de Balle di Distrik Marolles. Pasar harian yang akan semakin ramai pada hari Minggu ini diisi dengan segala sesuatu mulai dari kulkas, kursi roda, pakaian kuno dan potongan kaca. Atau Anda bisa berjalan berjalan ke Rue Blaes, sebuah jalan tempat sejumlah dealer barang antic menggelar barang dagangannya.(*/X-12)
Foto Galeri :
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar