TRIBUN/IMAN SURYANTO
Riau Airlines Diberi Waktu Benahi Manajemen
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Perhubungan menegaskan akan memberikan waktu kepada Riau Airlines untuk membenahi manajemen dan masalah operasional yang dialami. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan menyatakan, pemberian waktu ini agar maskapai penerbangan yang sejak sebulan lalu terbelit masalah bisa kembali melayani rute penerbangan.
"Ini kan masalah manajemen saja terkait sewa pesawat. Masih kami telaah lagi aturan hukumnya, sampai kapan berhenti beroperasi. Kasih waktu dulu saja kepada mereka, karena menyangkut masalah manajemen dan terkait dengan tidak adanya pesawat," kata Bambang, hari ini.
Riau Airlines (RAL), kata dia, memang sudah melaporkan perihal pemberhentian kegiatan usahanya. Namun, Bambang enggan belum bisa menyebutkan kepastian di balik alasan pemberhentian operasional RAL tersebut. "Belum tahu juga kenapa berhenti, tapi kami akan lihat alasannya, nanti juga perusahaannya akan dipanggil dulu, semua ada mekanismenya. Jadi ini masih berhenti eroperasional ya bukan ditutup," ujarnya.
Dia menambahkan, sesuai dengan Keputusan Menteri No. 25 Tahun 2008 jika dalam waktu satu tahun maskapai penerbangan tidak beroperasi maka Surat Ijin Usaha Penerbangan (SIUP) yang dimiliki akan otomatis mati.
"Sesuai peraturan juga, kalau rute penerbangan tidak dipenuhi maka AOC (Air Operator Certificate) atau ijin penerbangan bisa dibekukan. Lalu kalau operasional dan SDM (Sumber Daya Manusia) tidak dijalankan juga AOC bisa dibekukan. Dulu juga RAL pernah dibekukan karena ga ada direktur operasional.
Maskapai penerbangan Riau Airlines menghentikan kegiatan usahanya karena tidak ada armada pesawat yang bisa dioperasikan menyusul krisis keuangan yang membelit perusahaan itu. Menurut laporan Kementerian Perhubungan, RAL berhenti beroperasi sejak bulan September lalu.
Dari bandara Sultan Syarif Kasim II, sedikitnya RAL melayani dua rute penerbangan masing-masing Pekanbaru-Tanjung Pinang dan Pekanbaru-Melaka, Malaysia.
Saat ditanyakan apakah Kementerian Perhubungan akan melakukan upaya bantuan terkait pemberhentian oeprasional RAL, Bambang menyatakan hanya akan mendorong RAL memenuhi kewajiban dan aturan yang berlaku.
"Kami dari Perhubungan tidak bisa melakukan upaya bantuan, hanya mendorong mereka penuhi kewajiban saja, seperti membayar gaji karyawannya. Akibat berhenti beroperasional ini kan pelayanan juga jadi ikut terhenti," katanya.
ROSALINA
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar