Home » » 36 Jam di Rio de Janeiro

36 Jam di Rio de Janeiro

Home > Kabar Berita > Wisata > 36 Jam di Rio de Janeiro

Rio de Janeiro ---REUTERS/Sergio Moraes

36 Jam di Rio de Janeiro

DENGAN gelaran piala dunia yang akan berlangsung pada 2014, diikuti Olimpiade dua tahun kemudian, kesampingkan sejenak mengenai wisata pantai di Rio de Janeiro. Area pelabuhan bersejarah dan berbagai sudut lainnya di kota ini sedang mengalami makeover ekstrim.

Memang, akan selalu ada sinar matahari dan karnaval, tetapi kini, Rio de Janeiro memiliki lebih banyak tempat menarik untuk didatangi dan berikut ini sepenggal kisah 36 jam di Rio de Janeiro yang dimulai Jumat, seperti dikutip dari nytimes.com.

1. Arsitek terkenal Rio (Jumat, pukul 15.00 waktu setempat)
Jauh sebelum masa depan tiba, Oscar Niemeyer telah membangunnya. Arsitek Rio yang paling terkenal ini tersohor karena karyanya merancang ibukota Brasil, Brasilia. Namun, Anda hanya perlu pergi ke Sao Conrado yang berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota, untuk melihat Casa das Canoas.

Casa das Canoas adalah rumah yang dibangun sang arsitek untuk dirinya sendiri pada 1953. Bagian atap dan formasi batuan yang menjorok pada bangunan ini hanya dapat dilihat mulai Selasa-Jumat, dari pukul 13.00-17.00 waktu setempat.

2. Makanan laut (pukul 20.00)
Lanjutkan penjelajahan kota dengan wisata kuliner di Philippe Starck-designed Hotel Fasano di Avenida Vieira Souto 80, tepat di pantai Ipanema. Restoran seafood Fasano Al Mare di tempat ini melayani hidangan seperti ikan tuna renyah dengan kacang putih, krim dan bawang merah seharga 78 real (sekitar Rp420 ribu).

3. Keramaian Lapa (pukul 23:00)
Masih tersisa bagian yang kosong di perut Anda, bergabunglah dengan siswa, bohemia, yuppies dan penduduk lokal di jalan-jalan Lapa. Lingkungan bersejarah ini akan semarak hingga larut malam dengan berbagai makanan jalanan dan minuman murah.

Langkahkan juga kaki Anda ke klub samba populer seperti Rio Scenarium di Rua do Lavradio 20 dan temukan suasana intim pada Carioca da Gema di Rua Mem de Sa 79.

4. Tawar-menawar di tepi laut (Sabtu, pukul 10.00 waktu setempat)
Sabtu pagi berarti pasar loak di Praça 15 de Novembro, di sepanjang tepi laut kawasan bersejarah Rio, Centro. Di sini, Anda bisa menemukan benda-benda cina tua, kaset dan pakaian bekas. Ada juga kerajinan dan pernak-pernik bergaya kolonial. Oiya, jangan lupa untuk menawar.

5. Di ketinggian (tengah hari)
Naik trem antik ke atas bukit dalam jalur jalanan berliku Santa Teresa. Dikenal dengan rumah-rumah yang runtuh, beberapa diantaranya diubah menjadi museum dan penginapan serta tempat makan.

Pertimbangkan untuk menginap di hotel baru Santa Teresa di Rua Almirante Alexandrino 660. Setelah beristirahat di hotel, Anda bisa berkeliling di toko-toko rakyat dan restoran yang menjadi daya tarik utama Rua Almirante Alexandrino.

Atau Anda bisa terus naik menuju paviliun beratapkan jerami pada Aprazivel di Rua Aprazivel 62 untuk pandangan spektakuler dan makanan bacalhau do pai seharga 71 real (sekitar Rp382 ribu).

6. Seni Centro (pukul 15.00 waktu setampat)
Sejarah bertemu seni rupa kontemporer di Centro. Tepat di seberang pasar loak, bangunan abad ke-18 Paco Imperial, di Praça 15 de Novembro 48 menawarkan pameran yang sangat baik. Tidak jauh dari situ ada Centro Cultural Banco do Brasil, di Rua Primeiro de Marco 66 yang memiliki berbagai pameran seni.

Kawasan Centro juga menjadi rumah bagi banyak galeri, dan jangan lewatkan A Carioca Gentil di Rua Gonçalves Ledo 17, sebuah ruang percobaan yang dijalankan oleh tiga seniman, termasuk bintang seni Brasil Ernesto Neto.

7. Melihat dari sisi yang berbeda (pukul 17.30)
Rio meluncurkan sebuah menara lift berkilauan yang naik lebih dari 20 lantai untuk menghubungkan Ipanema dengan kota kumuh Cantagalo di atasnya. Di sudut Rua de Melo Teixeira dan Barao Rua da Torre, tak jauh dari Praça Genaral Osorio, bagian arsitektur progresif ini memiliki dek observasi dengan pemandangan ke Ipanema dan Copacabana.

8. Lorong icip-icip (pukul 21.30)
Untuk makan malam, langkahkan kaki Anda ke daerah Leblon, khususnya di Rua Dias Ferreira. Pada bentangan satu blok, Anda dapat berkunjung ke Sushi Leblon dengan hidangan sushinya seharga 11 real-22 real (sekitar Rp59 ribu-Rp118 ribu).

Atau berkunjung ke Quadrucci, restoran Italia yang menawarkan udang kecil risotto dengan mangga, mascarpone dan arugula seharga 47 real (sekitar Rp253 ribu). Untuk ramuan nouvelle lainnya, Anda bisa ke Zuka untuk mencoba ikan putih dan lada ceviche seharga 27 real (sekitar Rp145 ribu) dan domba dengan kentang tumbuk seharga 79 real (sekitar Rp425 ribu).

9. Kehidupan malam (tengah malam)
Distrik Gamboa telah berubah menjadi pusat kehidupan malam yang bertujuan untuk bersaing dengan Lapa. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah sebuah bangunan abad ke-19, Trapiche Gamboa di Rua Sacadura Cabral 155 yang merupakan salah satu tempat paling populer di kota samba.

Atau, naik taksi ke daerah Urca dan Zozo di Avenida Pasteur 520, Praia Vermelha. Terletak di tepi pantai, restoran ini akan berubah menjadi klub dansa pada akhir pekan.

10. Makanan ala Prancis (Minggu, pukul 11.00 waktu setempat)
Setelah melalui malam panjang, di pagi menjelang siang, Anda bisa menuju Escola do Pao di Rua General Garzon 10. Di restoran bergaya Prancis ini, Anda bisa mencicipi roti, minuman buah segar, keju gratin, sandwich, dan telur seharga 62 real (sekitar Rp334 ribu).

11. Menikmati udara segar (pukul 12.30)
Waktunya untuk menikmati udara segar. Berjalanlah di sepanjang laguna Escola do Pao atau mengambil jalan singkat ke Jardim Botanico di Rua Jardim Botanico 1008. Jardim Botanico adalah kebun raya mengesankan yang didirikan pada 1808 oleh Dom Joao VI dari Portugal. Di kebun raya ini, Anda bisa melihat deretan pohon palem, kolam, monumen dan rumah kaca anggrek.(*/X-12)

Sumber : mediaindonesia.com
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger