Masjid Sultan, Singapura ---wikimedia.org
Mampir Sejenak di Masjid Sultan, Singapura
INGIN melihat kebudayaan Islam yang berpadu harmonis saat berlibur ke Singapura? Cobalah kunjungi Masjid Sultan di Jalan Muscat, Distrik Kampong Glam. Masjid Sultan merupakan salah satu masjid terpenting di Singapura
Tampilan terbaik untuk melihat Masjid Sultan ialah dari ujung Jalan Bussorah di Distrik Kampong Glam. Dari sudut pandang ini, Anda bisa menikmati pemandangan kubah emas mencolok yang menaungi tempat peribadatan umat muslim Singapura.
Masih di Jalan Bussorah, Anda bisa melihat tampilan masjid sambil santai dan menikmati kopi di kedai-kedai pinggir jalan atau berbelanja pakaian antik dan tradisional sebelum menuju masjid.
Mengenai perjalanan sejarahnya, Masjid Sultan didirikan pada 1825 dengan sumbangan SGD 3000 dari East India Company. Seiring perkembangannya, pada awal 1900-an, Singapura menjadi pusat Islam, perdagangan budaya dan seni. Ini membuat Masjid Sultan menjadi terlalu kecil untuk komunitas yang sedang berkembang.
Pada 1924, tepat seratus tahun keberadaan masjid, para wali setuju untuk mendirikan sebuah masjid baru. Ini juga berdasarkan pertimbangan bahwa masjid yang lama saat itu sudah dalam keadaan rusak.
Arsitek Denis Santry dari Swan and Maclaren kemudian ditunjuk untuk memperbaiki masjid. Selama pengerjaannya, ia mengadopsi gaya saracenic yang menggabungkan menara dan langkan. Masjid kemudian selesai setelah empat tahun yaitu pada 1928.
Selama proses renovasi, Masjid Sultan tidak meninggalkan bentuk asalnya seperti saat pertama kali dibangun. Perbaikannya hanya dilakukan untuk ruang utama pada 1960 dan pemberian ruang tambahan pada 1993. Masjid ini juga ditetapkan sebagai monumen nasional pada 14 Maret 1975.
Mengunjungi Masjid Sultan, Anda tidak akan dipungut biaya. Selain menikmati arsitekturnya, bagi muslim bisa sekaligus melaksanakan ibadah.
Sementara berada di sini, Anda juga bisa melihat dengan teliti bagian leher kubah yang berkilauan, bila menyadari Anda mungkin akan tahu jika sebenarnya itu tersusun dari ribuan botol kaca biasa.
Satu hal lagi, jika Anda ingin menjadi bagian dari perayaan yang ramai di sekitar masjid, datanglah selama bulan puasa Ramadhan atau Hari Raya Haji. Keduanya adalah waktu yang tepat. (*/X-12)
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar