Home » » Maskapai Nasional Incar Kursi Ekstra ke Australia

Maskapai Nasional Incar Kursi Ekstra ke Australia

Home > Kabar Berita > Penerbangan > Maskapai Nasional Incar Kursi Ekstra ke Australia

Ilustrasi lion Air : http://www.swaberita.com/

Maskapai Nasional Incar Kursi Ekstra ke Australia

JAKARTA (Suara Karya): PT Mentari Lion Air (Lion Air) diperkirakan bisa gagal terbang ke sejumlah kota di Australia. Selain masalah keterbatasan alokasi kursi tambahan untuk penumpang yang diangkut, Lion Air juga mengaku belum bisa memastikan akan menggarap rute Australia.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, rencana penerbangan ke Australia baru sebatas wacana. Kendati demikian, Lion Air terus mengkaji berbagai kemungkinan terkait pembukaan rute ke Australia ini. Apalagi sebelumnya pihak otoritas penerbangan sipil Australia sudah melakukan audit armada Lion Air. Audit itu dilakukan terhadap maskapai penerbangan yang akan melayani rute ke suatu negara.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti S Gumay memberikan isyarat bahwa dari sejumlah maskapai penerbangan yang mengajukan izin penerbangan ke Australia, Lion Air menjadi salah satu yang tidak mendapatkan izin. Australia mengalokasikan 4.000 kursi penerbangan tambahan per tahun. Angka ini tergolong kecil jika harus dibagi rata ke sejumlah maskapai penerbangan yang mengajukan izin.

Dari sejumlah maskapai penerbangan yang mengajukan izin dan kemungkinan mendapatkan kursi tambahan ke Australia meliputi Garuda IndonesiaMandala Air, Sriwijaya Air, dan AirasiaLion Air tidak masuk dalam rencana mendapat alokasi tambahan kursi ini, karena hingga saat ini belum mengajukan izin penerbangan secara resmi ke pemerintah. "Lion Air belum mengajukan permohonan. Jadi diprioritaskan yang sudah mengajukan saja," ucapnya.

Berdasarkan informasi dari pihak Kementerian Perhubungan, hingga kini belum ada maskapai penerbangan nasional yang mengajukan izin tambahan kursi penerbangan ke Australia. Terdapat sejumlah kendala dan ini menyangkut kepentingan kedua negara, khususnya terkait proses administrasi.

Anehnya, Lion Air yang tidak mengajukan izin penerbangan ke pemerintah justru mendapat sinyal positif dari Australia. Ini didasarkan adanya keinginan kuat otoritas terkait di Negeri Kangguru yang melakukan audit teknis, bahkan administrasi terhadap Lion Air.

Bahkan, sejumlah maskapai lain mulai ancang-ancang untuk menggarap pasar Australia, sebut saja Batavia Air yang akan melayani rute Denpasar-Perth dengan menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi. Diperkirakan maskapai penerbangan ini juga ingin memperoleh 1.260 kursi per pekan. Ini juga terlihat pada Sriwijaya Air yang ingin mendapat jatah 1.260 kursi per pekan pada rute Jakarta-Perth dengan menggunakan Boeing 737-800NG berkapasitas 180 kursi. Sedangkan Garuda ingin meraih tambahan 666 kursi untuk penerbangan Jakarta-Sydney dan 444 kursi untuk Jakarta-Melbourne dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200.

Khusus Jakarta-Sidney, maskapai penerbangan pelat merah ini hanya ingin menambah frekuensi menjadi satu kali penerbangan setiap hari. Sementara Jakarta-Melbourne menjadi lima kali dalam sepekan dari saat ini tiga kali sepekan. Sedangkan maskapai penerbangan bertarif murah AirAsia, berdasarkan info ingin meraih 720 kursi untuk rute Denpasar-Darwin yang menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi. (Syamsuri S)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.

Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger