Pesawat Ryanair (AP Photo)
Mau Hemat? Ganti Saja Bos dengan Pramugari
Uniknya, usul dari seorang karyawannya itu turut dipertimbangkan oleh CEO Ryanair
VIVAnews - Itulah usul dari seorang pilot maskapai penerbangan "superhemat" asal Irlandia, Ryanair. Pilot senior bernama Morgan Fisher itu sudah tidak bisa menahan kekesalan ketika mendengar bahwa Kepala Eksekutif Korporat (CEO) Ryanair, Michael O'Leary, sempat mengusulkan agar pesawat cukup diterbangkan seorang pilot.
Dengan kata lain, tidak perlu ada asisten pilot (co-pilot). Tugas co-pilot bisa "dirangkap" oleh seorang pramugari yang terlatih. Menurut O'Leary pesawat zaman sekarang sudah kian canggih sehingga pilot bisa dibantu oleh perangkat komputer.
Usul itu dilontarkan O'Leary pekan lalu dalam rangka menghemat biaya operasional Ryanair, supaya tidak perlu lagi menggaji co-pilot. Namun, bagi Fisher, usul bosnya itu sudah tidak bisa diterima akal sehat.
Maka, dalam artikel yang dia tulis untuk kolom surat pembaca di harian The Financial Times," Fisher mengajukan usulan alternatif: Daripada menghilangkan pekerjaan co-pilot, lebih ganti saja CEO Ryanair dengan seorang pramugari. Dijamin anggaran perusahaan bakal lebih hemat, karena tidak perlu menggaji direktur utama.
"Saya usulkan Ryanair mengganti CEO dengan seorang anggota kru kabin yang masih berstatus percobaan, yang bergaji sekitar 13.200 pound sterling [sekitar Rp183,2 juta] per tahun," tulis Morgan seperti dimuat di laman The Financial Times, Senin 13 September 2010.
"Ryanair bakal lebih hemat jutaan euro, baik di sektor gaji, tunjangan, dan kepemilikan saham," lanjut Fischer, pilot berusia 41 tahun yang bertugas menjadi instruktur calon pilot Ryanair yang berbasis di Marseille, Perancis. Dia sudah 20 tahun berkarir sebagai pilot. Sebelum Ryanair, dia menerbangkan pesawat untuk maskapai TWA dan American Airlines.
Bukannya marah, O'Leary justru menimbang-nimbang saran sinis dari Fischer. "Michael [O'Leary] merasa bahwa awak kabin bisa menjadi CEO yang lebih atraktif ketimbang dia...maka kami akan mempertimbangkan saran itu secara serius," kata juru bicara Ryanair, Stephen McNamara.
"Lagipula, kalau kita bisa melatih awak kabin mendaratkan pesawat, mestinya tidak ada masalah melatih mereka bekerja seperti Michael," lanjut McNamara.
Ryanair terkenal sebagai salah satu perintis maskapai hemat, namun bukan berarti membuat nyaman para penumpang. Dibanding maskapai-maskapai lain, harga tiket Ryanair jauh lebih murah, namun calon penumpang dibebani berbagai pajak dan biaya tambahan.
Penumpang di pesawat tidak disuguhi makanan dan minuman secara gratis, melainkan harus membeli. Selain itu, pimpinan Ryanair menggulirkan rencana pemberlakuan tarif untuk menggunakan toilet di dalam pesawat.
• VIVAnews
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar