(ANTARA/Arief Priyon)
Rokok Tertekan, GG Masuk Penerbangan
SURABAYA – Keputusan manajemen PT Gudang Garam (GG) Tbk. melakukan ekspansi ke bisnis penerbangan niaga sebagai langkah antisipasi kian tekanannya ke industri rokok.Termasuk kian maraknya gerakan anti merokok.
Pengamat pasar saham dari Finance Corporindo Edwin Sinaga mengatakan, langkah GG ini bisa dimaklumi. Ini mengingat kini tekanan terhadap industri rokok terus menguat. Pemerintah sendiri terus berupaya membatasi gerak pelaku industri rokok di dalam negeri. “Memang saat ini industri rokok terus tergerus lantaran kebijakan pemerintah sendiri untuk terus membatasi gerak industri ini. Jadi langkah diversifikasi Gudang Garam ini saya rasa cukup masuk akal,” kata Edwin ketika dihubungi, Kamis (21/10).
Seperti diketahui GG mengumumkan akan memasuki bisnis penerbangan tak berjadwal. Bisnis ini akan dikelola melalui anak usaha yang baru dibentuk, PT Surya Air. GG menguasai 99,99 persen atas saham Surya Air.
"Kami menempatkan modal Rp 74,9 miliar, atau 99,99 persen dari total modal Surya Air sebesar Rp75 miliar," kata Sekertaris Perusahaan Gudang Garam Heru Budiman Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/10).
Heru menambahkan pendirian anak perusahaan ini akan menunjang bisnis perseroan di bidang industri rokok. "Aksi korporasi ini juga tidak ada benturan kepentingan," katanya.
Menurut Edwin, pemilihan ke bisnis penerbangan cukup pas, karena saat ini industri penerbangan secara umum sedang meningkat pesat. “Pertumbuhan bisnis penerbangan saya rasa juga sedang baik sekarang, bandara di mana pun sudah mulai ramai, handling penumpang juga terus meningkat. Jadi saya rasa ini adalah keputusan terbaik yang bisa dilakukan Gudang Garam,” katanya
Di bisnis angkutan niaga sendiri, kata Edwin, pasar masih dikuasai pemain-pemain asing. Kehadiran GG di bisnis ini akan membuat bisnis penerbangan niaga makin bergeliat.
Selama paruh pertama tahun 2010 PT Gudang Garam Tbk yang mencatat keuntungan Rp 1,78 triliun. Kenaikan laba Gudang Garam ditopang penurunan beban bunga dari Rp256,6 miliar menjadi Rp98,18 miliar. Rugi kurs juga mampu ditekan hingga menjadi Rp3,3 miliar dari sebelumnya Rp26,18 miliar.
set Gudang Garam selama periode itu sekitar Rp27,29 triliun. den
Sumber : http://www.surabayapost.co.id/
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar