Home » » Simbol Kepala Singa di Candi Barong

Simbol Kepala Singa di Candi Barong

Home > Kabar Berita > Wisata > Simbol Kepala Singa di Candi Barong

Cabdi Barong---wikimedia.com

Simbol Kepala Singa di Candi Barong

BERBICARA mengenai candi, kita semua pasti sepakat jika negeri ini mempunyai kekayaan yang berlimpah. Bukan saja Borobudur atau Prambanan, tapi masih banyak candi eksotis lainnya. Salah satunya bisa Anda temukan di wilayah selatan Candi Prambanan, yaitu Candi Barong.

Berbeda dengan candi Hindu lainnya yang menjadi tempat pemujaan Dewa Siwa (dewa perusak), Candi Barong merupakan kompleks peribadatan untuk memuja Dewa Wisnu dan istrinya, Dewi Laksmi atau yang terkenal dengan nama Dewi Sri (dewi kesuburan bagi pertanian).

Kompleks Candi Barong memiliki tiga teras. Teras pertama adalah halaman terluar candi, dibatasi oleh garis batu yang merupakan area kosong yang dianggap profan. Teras kedua berada di atas teras pertama yang disusun dari tumpukan batu.

Di teras kedua, Anda akan menemukan beberapa umpak batu bersegi delapan yang diperkirakan merupakan fondasi bangunan pendopo yang terbuat dari kayu. Teras kedua dianggap sebagai area semi-profan.

Selanjutnya, Anda akan menemukan teras ketiga. Ini adalah area yang dianggap sakral, dimana terdapat dua candi yang berfungsi untuk memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Teras ketiga ini merupakan area tertinggi. Untuk memasukinya, Anda harus melewati tangga dan sebuah pintu gerbang yang tersusun dari batu andesit.

Bentuk dan ukuran kedua candi tersebut hampir sama. Candi pertama berukuran 8,2 meter x 8,2 meter dengan tinggi 9,25 meter, sedangkan candi kedua berukuran 8,25 meter x 8,25 meter dengan tinggi 9,25 meter.

Mengunjungi Kompleks Candi Barong yang diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 sampai 10 Masehi, Anda akan menemukan beberapa keunikan yang tidak dapat ditemukan pada candi-candi peninggalan agama Hindu lainnya di Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

Keunikan pertama adalah hiasan kala makara berupa kepala singa (barong) yang memiliki rahang bawah. Hiasan kala makara biasanya dipahat di atas pintu atau relung-relung candi sebagai simbol penolak bala.

Hiasan barong di candi-candi lain di Yogyakarta maupun Jawa Tengah biasanya hanya menggambarkan muka singa tanpa rahang bawah, sehingga hiasan di Candi Barong ini nampak cukup istimewa. Mungkin karena cukup istimewa itulah candi ini kemudian dijuluki Candi Barong oleh masyarakat sekitar.

Hiasan barong yang sama juga terdapat di beberapa candi di Jawa Timur yang usianya lebih muda (dibuat pada masa Kerajaan Singosari maupun Kerajaan Majapahit). Pada candi ini juga ditemukan beberapa arca Dewa Wisnu dan Dewi Sri.

Hiasan lainnya yang cukup unik adalah relief Ghana dan Sankha bersayap. Ghana adalah hiasan berupa makhluk kerdil yang menopang atau menyangga relung-relung candi. Sementara Sankha bersayap merupakan salah satu simbol Dewa Wisnu.

Sekitar 100 meter arah tenggara Candi Barong terdapat reruntuhan Candi Dawangsari, yang merupakan candi Buddha. Dekatnya kedua bangunan candi berbeda agama ini menggambarkan bahwa pada saat itu telah terbangun kehidupan yang harmonis di antara para pemeluk agama yang berbeda.

Bila hendak berkunjung, dari Kota Yogyakarta, Candi Barong terletak sekitar 27 kilometer arah timur. Anda dapat menempuh rute melalui Candi Prambanan dengan menggunakan bus Trans-Jogja (Trayek 1 A atau 1 B) atau menggunakan jasa taksi.

Dari Candi Prambanan yang terletak di tepi jalan Yogyakarta-Solo, Anda bisa ke arah selatan hingga sampai pertigaan yang menunjukkan arah Candi Barong dan Candi Banyunibo.

Dari pertigaan ini, ikuti saja petunjuk arah menuju Candi Barong. Namun, jika khawatir tersesat, sebaiknya Anda bertanya pada warga sekitar. Dari Candi Prambanan menuju Candi Barong, Anda dapat memanfaatkan ojek atau taksi, sebab angkutan umum lainnya belum tersedia.

Saat ini, bila berkunjung ke Candi Barong tidak dipungut biaya. Anda cukup membubuhkan data diri di buku tamu yang terdapat di Pos Jaga Candi Barong. Namun, ke depannya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Sleman sedang merencanakan untuk menarik retribusi dari pengunjung. (wisatamelayu/*/X-12)

Sumber : mediaindonesia.com
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger