Piazza del Popolo, Roma ---AP/Alessandra Tarantino
36 Jam di Roma
ROMA ibarat kota yang lama tidur. Tidak seperti ibu kota budaya Eropa lainnya, perpaduan sejarah dan seni bergerak perlahan di kota ini.
Namun belakangan ini, Roma telah memiliki beberapa kilauan baru. Sebuah museum futuristik di pusat bersejarah telah menambahkan warna dari arsitektur kuno kota.
Selain itu, koki-koki muda yang bermunculan bereksperimen dengan bahan-bahan lokal untuk menciptakan rasa baru. Bahkan palazzos lama telah di makeover. Setelah bertahun-tahun tertunda, kota kuno ini mungkin saja terbangun dari tidurnya. Berikut perjalanan selama 36 jam di Roma yang bisa menggambarkannya seperti dikutip dari nytimes.com.
1. Kurva modern (Jumat, pukul 16.00 waktu setempat)
Maxxi di Via Guido Reni 4 (fondazionemaxxi.it), dibuka pada bulan April lalu dan masih menjadi pembicaraan hangat di Roma. Dirancang oleh Zaha Hadid, ini adalah museum seni kontemporer kota yang paling ambisius dan menawarkan pemandangan yang tampak tidak serius dan aneh seperti sudut siku, sudut tersembunyi dan jendela miring.
Meskipun tergolong baru, museum ini mempunyai koleksi seni dari artis kontemporer terhormat, termasuk Francesco Clemente, William Kentridge dan Gerhard Richter.
2. Aperitivo (pukul 19.00)
Untuk Aperitivo modern, meluncurlah ke ReD di Pietro Via de Coubertin 12 (www.redrestaurant.roma.it). Ini adalah sebuah restoran trendi dengan bar lounge yang menarik penonton dan musisi.
Lounge ini terletak di trotoar luar Auditorium (auditorium.com), sebuah kompleks multifungsi, dirancang oleh Renzo Piano, yang telah menjadi pusat budaya sejak pembukaan pada 2002.
Jika datang pada musim gugur, pastikan memeriksa Roma Europa Festival (romaeuropa.net), yang menghadirkan musik, tari dan teater dari seluruh dunia.
3. Pasta Nouvelle (pukul 20.30)
Untuk perubahan dari spaghetti biasa yang mendominasi menu Roma, arahkan penciuman Anda ke permukiman Prati menuju Settembrini di Via Settembrini 27 (ristorantesettembrini.it). Restoran baru ini mengolah bahan dengan cara baru.
Sayuran seharga 16 euro (sekitar Rp198 ribu), daging kelinci lunak seharga 12 euro (sekitar Rp149 ribu) dan risotto seharga 14 euro (sekitar Rp173 ribu). Makanan ini akan nikmat disantap dalam dekorasi minimal namun terkesan hangat.
4. Es krim (pukul 23.00)
Lewatkan dessert dan beli es krim cone di Gelateria dei Gracchi di Via dei Gracchi 272 atau Al Settimo Gelo di Via Vodice 21a (alsettimogelo.it). Keduanya merupakan gelaterias kota terbaik. Di Gracchi, Anda bisa memesan es krim dengan rasa buah dan kacang segar.
5. Mencari ketenangan (Sabtu, pukul 10.00 waktu setempat)
Seperti Pere Lachaise di Paris, Pemakaman Protestan di Via Caio Cestio 6 (cemeteryrome.it) adalah salah satu tempat paling meditatif dan terabaikan di Roma.
Ini adalah tempat peristirahatan terakhir non-Katolik selama berabad-abad. Pemakaman ini juga menjadi tempat tinggal tetap John Keats yang pada kuburannya tertulis "Di sini terbaring seseorang yang namanya tertulis di dalam air."
6. Anggur dan makanan lokal (pukul 14.00)
Untuk makanan besar, layanan yang ramah dan harga murah serta pemandangan tidak ternilai dari pilar Trajan, Anda bisa menuju Enoteca 'Provincia Romana' di Largo del Foro Traiano. Ini adalah bar anggur baru untuk mempromosikan produk lokal dan anggur.
Daging dan kejunya sangat baik, seperti juga saladnya. Anda bisa duduk dan menikmati menu itu atau memesan sandwich dengan terung panggang dan mozzarella segar pedas serta kemangi seharga 3,5 euro (sekitar Rp43 ribu).
7. Made in Rome (pukul 16.00)
Tidak semua lansekap Roma dalam pengaturan batu. Untuk dosis neo-realisme, berjalan-jalanlah di sekitar San Lorenzo (madeinsanlorenzo.it), sebuah distrik bekas kelas pekerja yang berada dekat dengan stasiun Termini yang menjadi hidup dengan butik mewah dan workshop.
Untuk pakaian wanita buatan tangan dan perhiasan, Anda bisa menuju Myriam B. di Via dei Volsci 75 (myriamb.it). Sementara itu, Claudio Sano di Largo degli Osci 67 / A (claudiosano.it) membuat tas custom dan barang-barang kulit lainnya. Tempat lainnya adalah Candle's Store di Via dei Campani 49 (candlestore.it) dengan produk lilin rakyat.
8. Dapur kreatif (pukul 20.30)
Sejumlah restoran mengkhususkan diri pada 'masakan kreatif', makan baru dengan standar lama. Salah satu yang terbaru adalah Pastificio San Lorenzo di Via Tiburtina 196 (pastificiocerere.com). Ini adalah sebuah restoran kelas atas namun informal dengan sebuah bar anggur.
Favorit makanan di restoran ini termasuk telur rebus yang dilapisi tepung roti dalam saus Mornay halus seharga 10 euro (sekitar Rp124 ribu). Ada juga tuna panggang dengan saus yogurt seharga 20 euro (sekitar Rp248 ribu) dan babi panggang dengan buah ara berlapis gula dan kacang-kacangan Prancis seharga 18 euro (sekitar Rp223 ribu).
9. Kehidupan jalanan (pukul 23.00)
Tidak lengkap pengembaraan malam di kota tanpa berhenti di lingkungan Trastevere. Di sana, Anda akan menemukan bar keren diantaranya Freni e Frizioni di Via del Politeama 4-6 (freniefrizioni.com), dimana Anda dapat minum sambil melihat keluar di Tiber.
Atau Anda bisa minum bir rakyat di pub Ma Che Siete Venuti a Fa di Via di Benedetta 25 (football-pub.com). Jika Anda lebih memilih untuk tinggal di San Lorenzo, ikuti pesta di Aurunci 42 yang berada di Via degli Aurunci 46 (arcoaurunci.it). Ini adalah sebuah bar ramah di Piazza dell'Immacolata yang terbuka di malam akhir pekan.
10. Pesona borjuis (Minggu, pukul 11.00 waktu setempat)
Dari Galleria Borghese sampai Palazzo Massimo, Roma memiliki susunan museum butik yang tengah dalam perbaikan. Yang telah dibuka kembali setelah renovasi luas adalah Galeri Nasional Seni Kuno Istana Barberini di Via delle Quattro Fontane 13 (galleriaborghese.it). Anda bisa mengunjungi tempat ini.
11. Irisan pizza (pukul 13.00)
Tahun lalu, dua koki muda yang ambisius, Stefano Callegari dan Gabriele Gatti, mengambil alih lubang dinding di lingkungan Testaccio dan membuka Pizzeria 00100 di Via Giovanni Branca 88 (00100pizza.com).
Restoran pizza yang populer ini mengkhususkan diri dalam 'trappizzini' yaitu potongan segitiga pizza bianca tebal, yang diisi dengan bakso empuk, babat dan stuffing gurih lainnya. Harga makanan ini mulai dari 3 euro (sekitar Rp37 ribu).
12. Kunci menuju kota (pukul 14.00)
Di tengah kekacauan umum, kota ini memiliki wilayah kantong yang indah dan tenang. Berjalanlah ke Bukit Aventine yang tenang untuk menemukan pandangan terbaik barok kota seperti lubang kunci di markas besar Orde Sovereign dari Ksatria Malta di Piazza Cavalieri di Malta yang memiliki pandangan sempurna dari Basilika Santo Petrus. (nytimes/*/X-12)
Sumber : mediaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar