Home > Kabar Berita > Penerbangan > Kecewa, Warga Duduki Bandara
Kecewa, Warga Duduki Bandara
Sejumlah Pesawat Pagi Tidak Bisa Mendarat
SENTANI- Kecewa lantaran tuntutan mereka, belum juga direalisasikan, ratusan warga, Jumat (17/12) dini hari kamarin kembali menduduki Bandar Udara Sentani. Akibatnya, jalur penerbangan terganggu, ada sejumlah pesawat tidak bisa mendarat. Tak hanya itu, kantor perhubungan udara di Sentani tidak luput dari pemalangan, sehingga aktifitas perkantoran sempat lumpuh pula. Dari pantauan Bintang Papua di lapangan, massa yang datang secara tiba-tiba tersebut mulai masuk dan menduduki apron bandara dini hari, 04.00 Wit, melalui pintu belakang bandara. Bahkan masa langsung menduduki apron bandara sehingga jalur penerbangan yang sekiranya bisa tiba pagi hari pukul 06.30 Wit terpaksa di alihkan kembali. Seperti Maskapai Garuda Indonesia yang seharusnya tiba di Jayapura dari Timika, pada pukul 06.30 Wit terpaksa dialihkan ke Biak. Begitu pula maskapai Lion Air dari Makasarar tujuan Jayapura yang seharusnya tiba di Sentani pukul 07.00 Wit harus dialihkan ke Timika. Pengalihan itu dilakukan, sebagai satu kebijakan untuk pengamanan penerbangan.
“ Harus diakui bila akibat aksi dadakan ini sempat mengganggu jalur penerbangan, hingga ada beberapa maskapai pesawat yang seharusnya bisa tiba jam 06.30 terpaksa dialihkan untuk sementara semua demi keamanan penerbangan juga,”ungkap Pelaksana Harian, Paryono saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela akitifats pemalangan. Sekedar diketahui, aksi pemalangan itu terjadi karena warga merasa kecewa lantaran sisa pembayaran tahap ketiga sebesar Rp 70 Milyar dilokasi apron dan rumway 01 hingga kini belum teralisasi. Sementara itu, puluhan Warga dari Kampung Yahim, Yobe dan kampung Hobong yang sempat membuat kekacauan dengan melakukan pemalangan di kantor Perhubungan Udara Sentani, (18/12) kemarin siang, dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Hal itu dilakukan karena upaya negosiasi aparat dengan warga tidak membuahkan hasil, terlebih aksi pemalangan tersebut tanpa didasari dengan surat izin .
Dari pantauan Bintang Papua di lapangan, massa mulai berdatangan pada pukul 04.00 Wit, dini hari selain sempat menduduki Apron, namun berhasil dihalau keluar oleh pihak kepolisian, massa yang berdatangan rupanya telah mempersiapkan aksi menduduki kantor Perhubungan Bandar Udara Sentani, dengan baik, itu terlihat dari persediaan makanan dan minuman yang dibawa oleh massa di TKP.
“Kami tidak akan meninggalkan areal ini sebelum Wakil Gubernur sebagai ketua tim tanah dan ketua DPRP Provinsi Papua datang dan menyelesaikan maslah ini. Kami akan duduki tower bandara sebagai wujud keseriusan kami memalang Bandara Sentani. Kami hanya tuntut Pemerintah membayar ganti rugi tahap ketiga sebesar 70 M di bayar hari ini juga,” Teriak salah satu koordinator demo, Yoes Mahue yang juga mengaku anak dari salah satu ondo dari kampong Yobe.Ancaman massa yang hendak menduduki tower bandara, nyaris saja terjadi. Massa sudah sempat masuk kedalam areal kantor. Namun aparat kepolisian menghadang di pintu masuk menuju Tower Bandara. Sempat terjadi kericuhan di TKP, saat Kepolres Jayapura AKBP Martinus D Fakhiri memerintahkan anggotanya untuk membubarkan secara paksa, massa yang tengah berdemo dan hendak menduduki Tower Bandara.
Puluhan massa yang awalnya menolak untuk digiring ke kantor kepolisian, akhirnya menurut setelah dipaksa naik ke truk dalmas milik Polres Jayapura. Kapolres Jayapura AKBP Matius D Fakhiri, kepada wartawan mengatakan, aksi pemalangan warga tersebut sudah melampaui batas karena selain tidak memiliki izin resmi, aksi tersebut sudah mengganggu hingga membuat aktifitas penerbangan sempat tertunda. Warga juga menduduki kantor perhubungan, selain itu, warga berupaya hendak menduduki tower Bandar Udara Sentani.
“Tidak ada toleransi, mereka kami giring ke Makopolres Jayapura untuk selanjutnya akan diperiksa. Karena aksi mereka ini sudah kelewat batas, tidak memiliki izin resmi,” ungkap Matius sebelum akhirnya meninggalkan kantor perhubungan untuk selanjutnya menuju Polres Jayapura.
Berdasarkan pantauan Bintang Papua, setelah aksi pembubaran paksa dari aparat kepolisian, kantor perhubungan Bandara Sentani pun langsung dibuka. Namun saat itu waktu sudah menunjjukan jam 11.30 Wit. Sementara aparat keamanan masih disiagakan di lokasi pemalangan. (as/aj/03- ngutip : bintang papua )
Berita Asal Baca di Sumber
http://www.komisikepolisianindonesia.com/secondPg.php?cat=umum&id=3068
--------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Home »
Berita Penerbangan
» Kecewa, Warga Duduki Bandara
Kecewa, Warga Duduki Bandara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar