MI/Soelistijono
Memulihkan Iklim Wisata Yogya
Penulis : Soelistijono
BAYANGAN hancurnya infrastruktur wisata Yogyakarta setelah erupsi Gunung Merapi ternyata jauh dari kenyataannya. Tak heran, sekitar empat puluh hari setelah bencana terjadi, mudah saja menjumpai wisatawan nusantara dan mancanegara di sana.
Memang angka kunjungan wisatawan ke Yogyakarta sempat terjadi, berawal saat ditutupnya Bandara Adi Sucipto. Angka hunian hotel di sana pada November pun turun hingga 50% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Ketua Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) di Yogyakarta, Edwin Ismedi Himna menjelaskan, sebenarnya wisata ke Yogyakarta pascaerupsi tetap ada melalui jalan darat. "Namun secara keseluruhan jumlah wisatawan menurun hingga 30 persen. Padahal Yogya itu tak terkena dampak langsung Merapi, karena lokasinya jauh sekali, sekitar 40 kilometer," katanya.
Asosiasi yang berhubungan langsung dengan dunia pariwisata, kata Edwin, telah menyiapkan beragam program untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara. Program itu diantaranya kampanye 'Yogya Aman' dan pemberian paket wisata yang murah.
"Kami berharap dari segi bisnis pengunjung bisa menikmati paket murah, karena infrastruktur sudah siap dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,'' jelasnya. Lokasi wisata juga dibuka seperti biasa, kecuali lava tour, tracking, dan vulkanotour.
Hotel berbintang lima seperti Hyatt dan Melia Purosani yang dikunjungi Media Indonesia juga mulai terlihat banyak dikunjungi tamu yang sebagaian wisatawan mancanegara. Di halaman Hotel Melia Purosani, misalnya, saat udara cerah, beberapa wisatawan terlihat mengabadikan foto Gunung Merapi yang sedang 'batuk'.
"Saya baru datang kemarin dan mendengar ada gunung meletus di Yogya. Tapi di sini baik-baik saja," kata Richard, turis asal Inggris yang mengaku tidak khawatir tentang kondisi Yogya. "Saya akan jalan-jalan ke Malioboro dan melihat keraton," katanya dalam bahasa Inggris, sambil tersenyum.
Perwakilan Garuda Indonesia di Yogyakarta, Didik Trihatmodjo, menambahkan, sejak 20 November armadanya mengoperasikan enam kali rute Jakarta-Yogyakarta dan satu kali Bali-Yogja. Padahal pada hari-hari normal, Garuda melayani 16 kali penerbangan ke Yogyakarta. "Kami akan secepatnya mengembalikan rute seperti waktu normal seiring menurunnya status Merapi," katanya.
Anjloknya angka kunjungan wisatawan ke Yogya, menurut pemandu wisata Dwi Aji, disebabkan sebagian agen wisata terlanjur mengalihkan rombongannya. Akan tetapi, lanjutnya, mereka berjanji segera memasukkan Yogya dalam jadwal kunjungan berikutnya. (Sto/M-3)
Berita Asal Baca di Sumber
mediaindonesia.com
--------------------------------
Kami Travel Agent melayani Tiket Pesawat, Voucher Hotel, Paket Tour, Paket Umroh, Asuransi Perjalanan dan Dokument Travel.
--------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
--------------------------------
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar