(AFP/Lluis Gene)
Sejumlah penumpang menantikan penerbangan mereka di bandara El Prat, dekat Barcelona. Operator bandara nasional Spanyol AENA dan maskapai Iberia meluncurkan operasi Twitter PR, 4 Desember 2010, untuk meredam kejengkelan para penumpang yang telantar akibat bandara-bandara lumpuh dengan adanya aksi mogok yang dilakukan para petugas pengatur lalu lintas udara
Sejumlah penumpang menantikan penerbangan mereka di bandara El Prat, dekat Barcelona. Operator bandara nasional Spanyol AENA dan maskapai Iberia meluncurkan operasi Twitter PR, 4 Desember 2010, untuk meredam kejengkelan para penumpang yang telantar akibat bandara-bandara lumpuh dengan adanya aksi mogok yang dilakukan para petugas pengatur lalu lintas udara
Penerbangan Lumpuh
MADRID, KOMPAS.com — Sekitar 330.000 penumpang pesawat terbang di Spanyol telantar setelah bandara-bandara lumpuh akibat aksi mogok yang dilakukan para petugas pengatur lalu lintas udara, Jumat (3/12/2010) malam. Pemerintah Spanyol pun bersiap mengumumkan keadaan darurat dan memerintahkan militer mengambil alih kontrol semua penerbangan di negara itu.
Pemogokan dimulai sekitar pukul 16.00 waktu Madrid (22.00 WIB) saat satu per satu petugas pengatur lalu lintas udara atau air traffic controller (ATC) mengajukan izin sakit dan meninggalkan pekerjaannya. Hukum di Spanyol melarang petugas ATC melakukan aksi mogok secara resmi. Sebagai gantinya, mereka mengajukan izin sakit secara massal.
Dalam hitungan jam, bandara di seluruh Spanyol lumpuh, kecuali beberapa bandara di kawasan Andalusia, Spanyol selatan.
Maskapai penerbangan nasional Spanyol, Iberia SA, mengumumkan pembatalan keberangkatan 128 penerbangan dari Spanyol hingga pukul 21.00 waktu setempat. Maskapai tersebut juga memutuskan membatalkan semua jadwal penerbangan paling tidak hingga Sabtu (4/12/2010) pukul 11.00.
Maskapai Vueling melakukan hal yang sama. Totalnya, diperkirakan 2.000 penerbangan dibatalkan dari seluruh Spanyol hingga Jumat tengah malam.
Kekacauan pun tak terhindarkan karena pemogokan ini terjadi menjelang libur akhir pekan panjang terkait Hari Konstitusi Spanyol pada Senin dan hari raya keagamaan pada Rabu.
”Sungguh memalukan. Bagaimana bisa sekelompok orang menjadi begitu egois dan merusak rencana banyak orang?” ungkap dokter gigi Marcel Vega (35) yang batal terbang ke Cile bersama suami dan dua anaknya yang masih kecil.
Tim sepak bola terganggu
Sebagian penumpang, termasuk para pemain sepak bola dari klub-klub tenar di La Liga, terpaksa beralih ke bus dan kereta api untuk mencapai tempat tujuan. Sebagian lagi terpaksa pulang ke rumah, diinapkan di hotel, atau menginap di bandara.
Shona Walker (24), warga negara Inggris, bercerita, pekan lalu ia terjebak tiga hari di Bandara Edinburgh, Skotlandia, dalam perjalanan ke Madrid karena cuaca buruk akibat serangan gelombang dingin. Sekarang ia terdampar di Madrid karena pemogokan. ”Ini terus mau bagaimana?” ujarnya.
Sekitar enam jam sejak kekacauan penerbangan mulai terjadi di Spanyol, Wakil Perdana Menteri (PM) Spanyol merangkap Menteri Dalam Negeri Alfredo Perez Rubalcaba mengumumkan, Kementerian Pertahanan telah mengambil alih kendali penerbangan di seluruh wilayah Spanyol. Tentara akan memegang kendali penuh dalam pengawasan, organisasi, perencanaan, dan pengaturan lalu lintas udara.
Otoritas bandara Spanyol, AENA, langsung berkoordinasi dengan badan penerbangan Eropa, Eurocontrol, dan otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration, untuk mengatur pendaratan pesawat-pesawat dari luar negeri yang akan mendarat di Spanyol.
Sabtu pagi, Pemerintah Spanyol menggelar pertemuan darurat untuk menangani krisis ini. Menurut Rubalcaba, apabila sampai Sabtu para petugas ATC belum kembali bekerja seperti biasa, PM Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero akan mengumumkan keadaan darurat nasional, yang memiliki kekuatan hukum untuk memaksa mereka bekerja kembali.
”Jika ada petugas ATC yang tidak masuk kerja, maka ia akan langsung ditahan dengan tuduhan melakukan tindak pidana, yang bisa dijatuhi hukuman serius di penjara,” ujar Rubalcaba.
Pemerintah menegaskan, aksi mogok tanpa pemberitahuan sebelumnya itu tak bisa ditoleransi lagi. ”Kami tak akan mengizinkan pemerasan yang menggunakan warga sebagai sandera seperti ini,” cetus Menteri Pekerjaan Umum Jose Blanco.
Pemogokan massal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Pemerintah Spanyol mengumumkan aturan baru mengenai pola kerja pekerja operasional bandara. Aturan baru ini menetapkan jam kerja maksimum bagi petugas ATC adalah 1.670 jam per tahun (6,4 jam per hari untuk pola 5 hari kerja).
Namun, jam kerja maksimum tersebut adalah jam kerja murni saat mereka benar-benar bertugas memandu lalu lintas penerbangan, dan tidak meliputi aktivitas pekerjaan yang tidak berkaitan dengan aeronautika itu.
Para petugas ATC keberatan dengan aturan baru tersebut karena menganggap selama ini mereka sudah terlalu lelah bekerja lembur melebihi waktu maksimum itu. ”Kami sudah mencapai batas mental kami dengan aturan baru yang mengharuskan kami bekerja lebih lama lagi itu,” kata Jorge Ontiveros, juru bicara serikat pekerja ATC Spanyol, USCA. (AP/AFP/Reuters/DHF)
Berita Asal Baca di :
http://internasional.kompas.com/read/2010/12/05/07123874/Penerbangan.Lumpuh
--------------------------------------
Untuk Informasi Penerbangan Domestik : Airasia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara Airlines dan Sriwijaya Air. Hubungi Operator kami, klik Link ini untuk Konsultasi dengan Operator Kami.
Cari Informasi Reservasi ( Klik Link ) Tiket Pesawat, Tiket Pesawat Termurah, Tiket Pesawat Online, Harga Tiket Pesawat, Booking Tiket Pesawat, Jadwal Penerbangan, Pemesanan Tiket, Pembelian Tiket, Rute Penerbangan, Tipe Pesawat, Bandara dan Maskapai Penerbangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar