Lion Air Pecah Ban Saat Mendarat
Lion Air Pecah Ban Saat Mendarat
Semua Penumpang Selamat ( KAMIS, 25 MARET 2010 | 10:51 WITA | 11819 Hits )
MAROS -- Pesawat Lion Air Boeing 737 900 ER dengan nomor penerbangan JT 786 mengalami pecah ban sebelah kiri belakang bagian luar sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, 24 Maret 2010 sekira pukul 11.32 WITA waktu setempat, kemarin.
Pesawat dengan nomor registrasi PK LFK membawa 184 penumpang terdiri dari 180 penumpang dewasa, empat bayi, dan enam awak kabin. Semua penumpang selamat dalam insiden itu dan penumpang yang transit dari Surabaya menuju Ambon langsung diterbangkan dengan menggunakan pesawat lain setelah evakuasi penumpang.
General Manager (GM) Angkasa Pura I, Purwanto, menuturkan, pada saat mendarat di run way 13 pukul 11.30 WITA pesawat maupun cuaca dalam kondisi baik, namun pada waktu pesawat akan berbelok masuk ke taxi way menuju apron bandara, tiba-tiba ban belakang kiri meletus.
"Saat mendarat semua dalam keadaan baik beberapa menit menuju apron bannya meletus. Awalnya pilot (Kapten Lucky,-red) tidak menyadari kalau ban belakang pecah, tapi kemudian merasakan ada sesuatu yang berbeda saat akan masuk ke apron. Setelah diperiksa ternyata bannya pecah," ujar Purwanto, saat ditemui di ruangannya Rabu (24/3).
Setelah mengetahui ban pesawat pecah, semua penumpang langsung dievakuasi dengan menggunakan bus Lion Air. Saat dievakuasi pesawat masih berada di taxi way dan tidak ada kepanikan penumpang karena pesawat sudah mendarat dengan baik.
Insiden itu tidak mengakibatkan terganggunya penerbangan lain dan setelah evakuasi dilakukan pergantian ban selama sekira 40 menit. Belum diketahui penyebab pasti insiden pecah ban Lion Air itu, namun menurut Purwanto, itu hanya insiden kecil yang memang bisa saja terjadi tanpa direncanakan.
"Sebenarnya pesawat Lion Air ini sudah bisa dipakai terbang tapi kan prosedurnya harus melapor dulu ke Dirjen Perhubungan Udara dan menyatakan bahwa pesawat ini sudah layak terbang, setelah ada ijin baru bisa digunakan," bebernya.
Manager Operasi Bandara, Syahroni Effendi, menambahkan, pihaknya dan administrator bandara telah melakukan pemeriksaan di landasan untuk mengetahui penyebab pecahnya ban pesawat Lion Air itu.
"Kita sudah menyisir landasan tempat pesawat mendarat dan pecah ban tapi landasan dalam kondisi bersih. Tidak ditemukan adanya benda-benda asing dan mencurigakan bahkan bekas ban pesawat yang pecah pun tidak ditemukan, tapi penyebab pastinya akan diketahui setelah ada penyidikan dari Ad Bandara lebih lanjut, " jelasnya. (upk)
Sumber : http://lokalnews.fajar.co.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar