Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Lion Air News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lion Air News. Tampilkan semua postingan

Lion Air Tetap Take Off Ditengah Asap

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Tetap Take Off Ditengah Asap



Laporan wartawan Tribun Jambi, Duan Hargo Sanjoyo

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Meski kabut asap tebal, namun penerbangan dari Jambi-Jakarta oleh Lion Air pagi ini tetap bisa dilakukan.

Melalui akun twitter @DJB_AP2, bandara Sultan Thaha, Kamis (29/09/2011), pesawat Lion Air JT 607 rute JambiJjakarta telah berangkat dari bandara Sultan Thaha pada pukul 07:25 WIB.

Hal ini karena meski jarak pandang hanya sejauh 300 meter seperti diberitakan sebelumnya, tak ada masalah untuk take off sebab dibantu secara visual oleh approach light. Berbeda dengan landing yang butuh jarak pandang luas. Lagipula daerah tujuan tidak mengalami kabut asap.

Penulis : duanhs
Editor : deddy


Sumber :
http://jambi.tribunnews.com/2011/09/29/lion-air-tetap-take-off

Gugatan Lion Air Atas Keterlambatan Penumpang Dinilai Berlebihan

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Gugatan Lion Air Atas Keterlambatan Penumpang Dinilai Berlebihan

Jakarta - Sikap maskapai Lion Air yang menggugat balik penumpangnya, De Neve Mizan Allan, disayangkan. Tindakan itu dianggap berlebihan. Semestinya Lion Air tidak perlu menunggu sampai 20 menit untuk calon penumpang yang datang terlambat.

"Artinya gugatan terhadap penumpang sebaiknya tidak dilakukan hanya karena tunggu penumpang. Sebaiknya 3 kali dipanggil, kalau sudah check-in, baru ditinggal," terang anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia saat dihubungi detikcom, Selasa (27/9/2011).

Yudi melihat ada unsur tidak baik yang dilakukan Lion Air dengan menunggu penumpang. "Karena keterlambatan jadwal hanya boleh karena masalah cuaca dan teknis keselamatan penumpang, bukan tunggu penumpang," terangnya.

Gugatan sah-sah saja dilakukan seandainya penumpang dengan sengaja membuat pihak Lion Air menunggu. Itu pun kerugian tentu ada pada penumpang lain.

"Sebenarnya penumpang lain pun dirugikan dengan keterlambatan, apakah ada komplain dari penumpang lain?" terangnya.

Diketahui maskapai penerbangan Lion Air menggugat balik penumpangnya, De Neve Mizan Allan, dengan alasan merugi karena menunggunya selama 20 menit. Dalam jawaban dupliknya di persidangan, Lion Air ngotot bahwa pesawat tersebut tertunda berangkat karena menunggu Mizan.

Sedang sebelumnya Mizan menggugat maskapai penerbangan nasional tersebut karena melakukan refund tiket secara sepihak. Namun alih-alih mendapat tanggapan positif, pihak Lion Air malah meradang. Dia menggugat balik penumpang karena beralasan Mizan-lah yang menjadi sumber masalah.

Akibat keterlambatan tersebut, Lion harus menanggung biaya avtur selama 20 menit sebesar Rp 11,6 juta. Lalu pemeliharaan pesawat US$ 36.6. Untuk pilot, Lion Air mengaku rugi US$ 73,3 dan pramugari 5 orang sebesar US$ 41,6. Serta biaya extend bandara Rp 1 juta.


(ndr/vit)


Sumber :
http://www.detiknews.com/read/2011/09/27/155244/1731625/10/?992204topnews

Lion Air Tambah Armada

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Tambah Armada



Lion Air Tambah Armada

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER di apron Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penerbangan Lion Air akan menambah 16 pesawat baru. General Manager Corporate Marketing Lion Air, Gunardi mengatakan dengan penambahan jumlah pesawat, maka kapasitas jumlah kursi berarti semakin banyak.

"Satu pesawat sekitar 200 kursi. Satu hari terbang lima kali. Jadi satu pesawat dalam sebulan kapasitas duduk 30 ribu. Hitung saja kalau 16 pesawat jadi berapa," katanya pada saat acara Bali Impressions Jakarta Road Show, di Redtop Hotel, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Selain itu, Lion Air juga akan terus menambah rute. Di tahun 2011 rencananya akan dibuka rute Bandung-Denpasar dan Bandung-Medan. "Indonesia timur akan kita garap habis. Karena hub kita ada di Manado," katanya.

Gunardi menambahkan dengan penambahan rute ke Indonesia bagian timur tentu akan berdampak pada pariwisata Indonesia timur. "Apalagi harga Lion Air kompetitif. Tingkat kunjungan naik, hotel jadi meningkat," ungkapnya.

Rute ke luar negeri juga akan bertambah. Gunardi mengatakan rute yang direncanakan adalah Jakarta-Malaka, Jakarta-Saigon, Jakarta-Jeddah, dan rute-rute lainnya.

Berita Asal Baca di :
http://travel.kompas.com/read/2011/02/25/21474895/Lion.Air.Tambah.Armada

Lion Minta Jaminan Investasi di Indonesia

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Minta Jaminan Investasi di Indonesia



Lion Minta Jaminan Investasi di Indonesia

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER di apron Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Lion Mentari Airlines dan grup meminta jaminan kepada pihak-pihak terkait untuk berinvestasi di Indonesia.

Gagalnya rencana membangun hanggar senilai 10 juta dollar AS di areal Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, membuat maskapai berkonsep low cost carrier (LCC) tersebut sangat berhati-hati.

Tawaran dari pihak PT Angkasa Pura (AP) I untuk membangun hanggar di wilayah Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pun belum disambut. Direktur Utama Lion Rusdi Kirana mengatakan, sebenarnya tidak masalah membangun lokasi perawatan pesawat di Makassar. "Persoalannya adalah bagaimana agar urusannya kelar dan siap dengan Gubernur (Sulawesi Selatan) supaya kalau ada masalah kami dianggap mengingkari janji. Kami tidak mau masuk ke konflik seperti ini. Kami mau berbisnis membangun hanggar untuk perawatan," kata Rusdi di Jakarta.

Rusdi mengatakan, pihaknya becermin pada gagalnya pembangunan hanggar di Manado, tempat Lion telah membebaskan lahan seluas 12 hektar dengan harga Rp 7 miliar. Saat itu Gubernur Sulawesi Utara telah setuju dan meresmikan, bahkan dengan direksi lama PT AP I juga telah menandatangani nota kesepahaman (MOU). Namun, direksi baru AP I tidak menyetujui pola kerja sama tersebut dan AP I meminta share sebesar 51 persen saham.

Hal itu membuat Lion akhirnya mundur meski telah membebaskan tanah. Padahal, kata Rusdi, rencananya setelah membangun hanggar bernilai 10 juta dollar AS, Lion akan berinvestasi hingga 40 juta dollar AS. "Masalahnya sekarang, tidak ada kejelasan dari pihak AP I. Padahal sudah ada MOU dan kami sudah beli tanah. Sudah ada peresmian, tiba-tiba tidak bisa. Nah, di Makassar ada jaminan tidak? Proyek di Manado itu sudah dua tahun tidak jelas. Kalau ke Makassar, berapa tahun lagi?" tanya Rusdi.

Makassar, dia menjelaskan, sebenarnya sangat prospektif bagi Lion. Sebagai salah satu hub Lion, Bandara Sultan Hasanuddin menjadi pusat penerbangan di Indonesia timur. Bahkan, setiap hari Lion menerbangkan sebanyak 40 pesawat ke berbagai daerah.

Setelah gagal menyepakati pembangunan hanggar di Manado, Dirut PT AP I Tommy Soetomo menawarkan kerja sama pembangunan perawatan pesawat di kawasan lama Bandara Sultan Hasanuddin.

Dia membantah menghalangi niat Lion membangun hanggar di Manado. Menurut dia, Lion lebih cocok membangun hanggar di Makassar. Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang juga telah menemui Rusdi dan menawarkan lokasi hanggar di Palangkaraya.

Rusdi menyatakan pikir-pikir karena secara bersamaan Malaysia pun menawarkan lokasi di Subang, Johor Bahru, dengan harga sewa cukup murah, bahkan dalam 40 tahun lokasi tersebut bisa jadi hak milik Lion. Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti Singayudha Gumay meminta Lion dan PT AP I bertemu kembali serta duduk satu meja untuk membahas bersama masalah tersebut.

Herry tetap berkeyakinan bahwa Lion tidak akan berinvestasi ke luar negeri. "Jadi begini, kan memang harus bekerja sama dengan BUPU (Badan Usaha Pelabuhan Udara), jadi ya berkoordinasi dahulu. Lion dan AP I harus duduk bersama membahas ini," katanya.

Dia menegaskan, AP I tidak berhak memiliki saham Lion dalam penyelenggaraan tempat perawatan pesawat. "Koordinasi harus ada. Kepemikan saham tidak ada haknya, tetapi bentuknya kerja sama, misalnya berupa konsesi," ujar Herry.

Berita Asal Baca di :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/28/09220594/Lion.Minta.Jaminan.Investasi.di.Indonesia

Lion Air Incar Malaysia

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Incar Malaysia



JAKARTA - Maskapai Lion Air membatalkan rencananya membangun bengkel pesawat di Manado karena Angkasa Pura I meminta kepemilikan saham mayoritas 51 persen. Oleh sebab itu, Lion Air ancang-ancang untuk mengalihkan investasi Rp360 miliar ke negara tetangga, Malaysia.

"Memang dibatalkan yang di Manado, sekarang kita rencana akan pilih dua lokasi, tetap di dalam negeri yaitu di Palangkaraya, atau kita alihkan keluar negeri, Malaysia," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat dihubungi kemarin. Namun begitu, pihaknya mengusahakan agar investasi yang diperkirakan senilai USD 40 juta itu bisa tetap di Indonesia.

Terkait nasionalisme, Lion Air tentunya akan memprioritaskan Palangkaraya sebagai alternatif utama. Pihaknya tetap memprioritaskan investasi di dalam negeri karena banyak faktor. "Beberapa di antaranya adalah, dekat dengan wilayah operasi Lion, devisa tidak pindah ke luar negeri dan mampu menciptakan tenaga kerja baru," ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan memutuskan lokasi pembangunan hanggar tersebut. Dia mengakui bahwa PT Angkasa Pura I telah meenawari untuk membangun hanggar di Makassar, namun Lion Air belum tertarik. "Kalau AP I-nya sih sudah serius menawarkan itu kepada kami, tetapi kami belum menanggapinya secara serius," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana mengatakan, pembangunan hanggar perawatan dan perbaikan pesawat di Indonesia bagian timur itu untuk mengejar pertumbuhan jumlah pesawat. Sayangnya, rencana pembangunan hanggar di Manado itu harus dibatalkan karena PT AP I sebagai pengelola Bandara Sam Ratulangi meminta kepemilikan mayoritas saham yaitu 51 persen.

Anggota Komisi V DPR dari fraksi PKB, Mohamad Toha meminta maskapai penerbangan Lion Air agar tetap melakukan investasi hanggar perawatan pesawat di Indonesia. Menurut Toha, masih ada beberapa pilihan lokasi yang dapat dipertimbangkan oleh Lion untuk membangun fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO). "Seperti di Palangkaraya dan Makassar," cetusnya.

Pembangunan hangar bengkel Lion Air di dalam negeri, menurutnya, akan memacu pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan menghidupkan berbagai sektor. "Karena itu, saya sangat mendorong Kementerian Perhubungan dan Angkas Pura I untuk segera menentukan lokasi terbaik bagi pembangunan hangar Lion," paparnya.

Toha juga menghimbau pada PT Angkasa Pura I dan Lion Air untuk secepatnya mengadakan pertemuan guna membicarakan pembangunan fasilitas MRO, termasuk jika ada pembicaraan mengenai pembagian saham. "Jika pertemuan keduanya selalu berakhir buntu, maka komisi V DPR akan memanggil kedua pihak dan meminta penjelasan untuk kemudian memberikan solusi yang terbaik," jelasnya. (wir)

Berita Asal Baca di :
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=87323

Lion Air Berputar 35 Menit di Langit Makassar

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Berputar 35 Menit di Langit Makassar



MAKASSAR, KOMPAS.com — Hujan lebat yang mengguyur Makassar, Senin (21/2/2011) pagi, membuat sejumlah penerbangan ke Bandara Sultan Hasanuddin mengalami keterlambatan rata-rata 30 menit.

Pesawat Lion Air rute Makassar-Jakarta yang seharusnya mendarat pukul 08.10 WITA, baru bisa mendarat pukul 08.45, setelah harus berputar-putar sekitar 35 menit menunggu saat yang aman untuk mendarat.

"Beberapa kali terjadi guncangan di udara. Pramugari dua kali mengumumkan kalau cuaca kurang bagus," kata seorang penumpang pesawat tersebut.

Sementara suasana di ruang kedatangan tampak ramai karena terjadi penumpukan penumpang. "Ada empat pesawat yang tiba hampir bersamaan karena mereka menunggu saat yang aman untuk mendarat karena cuaca yang kurang baik," kata petugas Bandara Sultan Hasanuddin di terminal kedatangan.

Berita Asal Baca di :
http://regional.kompas.com/read/2011/02/21/08525246/Lion.Air.Berputar.35.Menit.di.Langit.Makassar

Lion Air Kuasai Penerbangan pada 2010

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Kuasai Penerbangan pada 2010



JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja penerbangan di Indonesia mencatat angka yang sangat luar biasa pada 2010. Kinerja 17 maskapai penerbangan berjadwal yang ada tahun lalu berhasil mengangkut 58,158 juta penumpang untuk semua rute, yaitu 51,55 juta rute nasional dan 6,598 juta rute internasional.

Angka tersebut meningkat 25,1 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang pada 2009 yang mencapai 43,5 juta penumpang. Dari "booming" penerbangan ini, Lion Air masih tetap merajai dengan menguasai 38 persen pangsa pasar. Angka ini jauh lebih besar dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penumpang pesawat sebanyak 53,4 juta orang.

Namun pencatatan BPS dilakukan hanya di lima bandara utama di Indonesia. Informasi yang didapatkan dari Kementerian Perhubungan menyebutkan, Lion Air sepanjang 2010 berhasil mengangkut 20,5 juta penumpang, atau naik 25 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15 juta orang.

Garuda Indonesia menjadi penguasa nomor dua dengan 12,3 juta penumpang yaitu 9,99 juta penumpang domestik dan 2,44 juta penumpang rute internasional. Sementara Sriwijaya Air yang pada 2009 lalu berada di urutan ke empat, pada 2010 berhasil menyodok Batavia Air menjadi maskapai terbesar ketiga.

Sriwijaya berhasil mengangkut 7,2 juta penumpang, sedangkan Batavia di tempat keempat dengan 6,9 juta penumpang. Sementara Indonesia Air Asia (IAA) menyusul dengan 3,78 juta penumpang. Meski pada rute domestik di urutan keempat, IAA merajai layanan rute internasional yaitu 2,718 juta orang.

Tempat kedua diisi oleh Garuda yang menerbangkan penumpang dari dan ke luar negeri sebanyak 2,444 juta orang. Sementara, Mandala Airlines yang tahun ini telah berhenti beroperasi, berhasil menerbangkan 2,189 juta penumpang, di bawah Merpati Nusantara Airlines yaitu 2,471 juta penumpang.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Edward Alexander Silooy mengatakan, pertumbuhan penumpang pesawat di Indonesia menandakan daya beli masyarakat yang telah meningkat dan naik pesawat terbang sudah bukan lagi menjadi "barang" yang eksklusif.

"Masyarakat sekarang sudah mulai gandrung naik pesawat, karena mereka menganggap telah mampu membeli tiket pesawat. Ini menjadi fenomena dalam beberapa tahun terakhir," kata Silooy kepada Tribun, Senin (21/2/2011).

Silooy mengatakan, fenomena tersebut harus ditangkap dengan baik oleh seluruh pihak. Menurutnya, tahun ini industri penerbangan nasional diperkirakan bakal tumbuh lagi, karenanya pihak penyelenggara bandara harus mempersiapkan infrastruktur yang memadai.

"Jumlah penumpang hampir di seluruh bandara telah melewati batas kapasitas bandara. Saatnya dilakukan pengembangan dan pembangunan bandara baru," tandas Silooy.

Berita Asal Baca di :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/22/07504866/Lion.Air.Kuasai.Penerbangan.pada.2010

Lion Akan Isi Rute Penerbangan RAL

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Akan Isi Rute Penerbangan RAL



Lion Akan Isi Rute Penerbangan RAL

JAKARTA, BANGKA POS.com– Lion Air rencananya akan mengisi rute-rute penerbangan yang dilakukan maskapai Riau Airline (RAL). Dimana rute tersebut yang tidak dapat terlayani oleh penerbangan RAL.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan, pada 2011 mendatang pihaknya akan melakukan ekspansi pembukaan rute-rute jarak pendekuntuk bandara pengumpan di seluruh Indonesia.

Riau menjadi salahsatu incaran Wings dengan mengincar rute bekas RAL.

“Itu akan kita lakukan sembari meningkatkan armada. Yang jelas bekas rute RAL akan kita garap kalau armadanya cukup,” kata Edward, saat dihubungi Tribun di Jakarta, Senin (13/12/2010).

Dijelaskannya, Wings saat ini telah mengoperasikan sebanyak 15 unit pesawat jenis turboprop yaitu ATR©72.

Dengan terbatasnya pesawat,Pulau Sumatera secara keseluruhan hanya dilayani dengan sekitarlima unit pesawat saja.

Diharapkan pada 2011 nanti akan datang enam unit lagi, sehinggaakan membantu ekspansi jaringan Wings dan Lion Air semakin leluasa.(tribunnews.com/hendra gunawan)

Berita Asal Baca di :
http://www.bangkapos.com/2010/12/14/lion-akan-isi-rute-penerbangan-ral/

Garuda, Lion, dan Wing ajukan pemeriksaan tambahan

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Garuda Indonesia > Garuda, Lion, dan Wing ajukan pemeriksaan tambahan

TEMPO/FULLY SYAFI

Garuda, Lion, dan Wing ajukan pemeriksaan tambahan

JAKARTA. Tiga Maskapai Penerbangan yang diputus bersalah dalam kasus kenaikan aftur (fuelsurcharge), yaitu PT Garuda Indonesia, PT Lion Mentari Airlines (Lion Air), dan PT Wings Abadi Airlines (Wings Air) mengajukan permohonan pemeriksaan tambahan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hal ini terkait upaya hukum keberatan atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal fuelsurcharge.

Kuasa hukum PT Garuda Indonesia, Eri Hertiawan menyebut pemeriksaan tambahan ini penting untuk menguatkan dalil-dalilnya guna menepis putusan KPPU yang telah memvonis bersalah 9 maskapai penerbangan karena telah menetapkan beban biaya kenaikan aftur (fuel surcharge) secara eksesif.

Untuk itu Garuda Indonesia mengajukan tiga ahli yakni mantan Hakim Agung Susanti Adi Nugroho, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ine Ruki, dan ahli ilmu statistik Anton Hendranata.

"Ketiga ahli ini diharapkan memberi keterangan secara obyektif dan komprehensif mengenai penetapan harga fuel surcharge yang dituduhkan ke Maskapai Penerbangan," lanjut Eri.

Sementara, Lion Air dan Wings Air bersama-sama mengajukan tiga ahli yakni Prof. DR. L. Budi Kagramanto, SH. MH. MM dan Prof. DR. Isnaeni, SH.

"Kami menyangkal semua putusan KPPU soal fuelsurcharge," kata Harris Arthur Hedar, kuasa hukum kedua maskapai itu.

Majelis Hakim yang diketuai Hakim Yulman akan membacakan putusan atas permohonan itu pada pekan depan, 15 Desember 2010. "Jika permohonan itu ditolak, maka Majelis Hakim akan membacakan putusan upaya keberatan ini pada 7 Januari 2011. Atau kalau dikabulkan, pemeriksaan akan dipotong terkait pemeriksaan tambahan itu," kata Hakim Yulman.

Divisi Monitoring Putusan dan Litigasi KPPU, Berla Wahyu Pratama tidak mempermasalahkan permohonan pemeriksaan tambahan lantaran hak itu diatur dalam UU KPPU. "Namun kami harapkan Majelis Hakim dapat mempertimbangkan permohonan ini secara murni dan bukan karena campur tangan," jelasnya.

Berita Asal Baca di :
http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/54014/Garuda-Lion-dan-Wing-ajukan-pemeriksaan-tambahan

Lion Air & Plaza Indonesia favorit turis

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air & Plaza Indonesia favorit turis



Lion Air & Plaza Indonesia favorit turis

Oleh: Linda Tangdialla

JAKARTA: Lion Air terpilih sebagai low cost airline favorit para turis, disusul Airasia, dan Batavia Air. Wisatawan juga memilih Plaza Indonesia dan Taman Anggrek sebagai mal terfavorit di Jakarta.

Penghargaan dalam rangka Indonesia Tourism Award 2010 itu dilakukan malam ini di studio Metro TV Jakarta. Nama para pemenang diperoleh dari survei majalah Swa terhadap turis domestik dan asing, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Dalam kesempatan itu juga diumumkan mal di luar Jakarta yang menjadi favorit para turis. Pusat-pusat perbelanjaan yang juga berfungsi sebagai pusat rekreasi itu adalah Ambarukmo Plaza dan Mal Galeria Yogyakarta, Solo Grand Mall, Mal Pekanbaru, Mal Panakukan, dan Ratu Indah Mall Makassar.

Penghargaan lainnya adalah kota dengan pelayanan terbaik adalah Denpasar, disusul DI Yogyakarta, Solo, Manado, Bandung, Malang, Medan, dan Makassar. Kota terfavorit adalah Cianjur, Lombok Barat, Yogyakarta, Medan, Solo, Bandung, Makassar, Manado dan Malang.....................

Berita Asal Baca di :
http://bandarudara.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=20&artid=2608

Batavia dan Lion Air Alami Lonjakan Penumpang

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Batavia Air > Batavia dan Lion Air Alami Lonjakan Penumpang

TRIBUNNEWS.COM/ISMUNADI
Penumpang membeli tiket di loket Garuda Indonesia, Jakarta, Senin (22/11/2010)

Batavia dan Lion Air Alami Lonjakan Penumpang
Laporan Wartawan Tribunnnews.com, Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengalihan penumpang dari Garuda Indonesia meningkatkan isian penumpang maskapai lain. Tetapi secara nasional hal tersebut secara signifikan tak terlalu dirasakan oleh maskapai lainnya.

Batavia Air misalnya, mengaku harus mengerahkan Airbus A330-200 untuk penerbangan ke Padang, Sumatera Barat.

"Kita ganti dari Boeing 737-400 jadi Airbus A330 sampai tiga kali, karena permintaan cukup besar untuk rute ini. Namun rute lainnya tidak terlalu besar," kata Manajer Humas Batavia, Eddy Heryanto di Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Eddy menjelaskan, penerbangan lainnya tidak mengalami kenaikan yang cukup besar, sehingga pihaknya tidak mengganti pesawat dengan kapasitas yang lebih besar. "Kalau secara nasional mungkin ada kenaikan load factor sekitar 5 persen pada dua hari terakhir," tandasnya.

Sementara Lion Air menyatakan ada sedikit lonjakan penumpang untuk beberapa rutenya. Lonjakan terjadi pada rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Solo dan Jakarta-Palembang.

"Pengaruhnya sedikit, mungkin kurang dari tiga persen karena penumpangnya menyebar ke maskapai lainnya juga," kata Direktur Umum Lion Edward Sirait.

Lelaki yang akrab dipanggil Edo ini mengatakan, penutupan reservasi yang dilakukab oleh Garuda selama dua hari, yaitu tanggal 23 dan 24 November pengaruhnya sudah kecil.

Karena rata-rata penumpang Garuda membeli tiket lebih dari tiga hari sebelumnya. Menurutnya, tingkat isian Lion selama ini antara 80 hingga 90 persen dan isian saat ini juga sama.

Berita Asal Baca di :
http://www.tribunnews.com/2010/11/24/batavia-dan-lion-air-alami-lonjakan-penumpang

Bandara Dibuka Lagi, Lion Air Terbang ke Yogya 23 November

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Bandara Dibuka Lagi, Lion Air Terbang ke Yogya 23 November



Seorang petugas tengah menyiram landasan dari debu Merapi di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Tempo. Arif Wibowo

Bandara Dibuka Lagi, Lion Air Terbang ke Yogya 23 November

TEMPO Interaktif, Jakarta - Maskapai penerbangan Lion Air kembali menerbangkan armada pesawatnya pada 23 November mendatang. Penerbangan ini terkait dibukanya kembali Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta. "Kami mulai terbang tanggal 23 November," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait kepada Tempo, Sabtu (20/11).

Menurut dia, pada tanggal tersebut, pesawat yang mulai diterbangkan adalah rute Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta. Baru pada tanggal berikutnya, Rabu (24/11), Lion Air mulai terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta. "Begitu pula dengan rute Surabaya-Yogyakarta," katanya.

Dia mengatakan, penerbangan Lion Air ke Yogyakarta dalam kondisi normal adalah tujuh kali dalam sehari. Untuk itu, pihaknya akan mncoba secara bertahap untuk terbang dengan jadwal yang normal. "Pembukaan Adisutjipto juga baru hari ini. Butuh waktu untuk memasarkan rute itu kembali," tutur Edward.

Jika permintaan pada kedua tanggal tersebut sudah bisa dikatakan normal, Edward mengatakan pihaknya pun akan membuka kembali layanan terbang secara normal. "Pokoknya mesti melihat situasi permintaan penumpang," katanya.

Meski berpenumpang sedikit pada tanggal yang telah ditentukan, katanya, Lion Air akan tetap terbang ke Yogyakarta.

SUTJI DECILYA

Berita Asal Baca di :
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/20/brk,20101120-293116,id.html

Lion & Batvia belum layani rute Yogya

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion & Batvia belum layani rute Yogya



Lion & Batavia belum layani rute Yogya

Oleh: Raydion Subiantoro

JAKARTA: Lion Air dan Batavia belum akan mengoperasikan kembali penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta meskipun Bandara Adisutjipto telah dinyatakan dibuka sejak kemarin.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Hari Cahyono mengatakan Lion akan memulai kembali penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) ke Yogyakarta mulai 26 November 2010.

Sementara itu, kata dia, Batavia bahkan baru pada awal Desember kembali aktif melayani penerbangan Jakarta-Yogyakarta.

"Setelah kami melakukan koordinasi dan konfirmasi, Lion dan Batavia belum dalam waktu dekat terbang ke Yogyakarta. Sementara, Garuda mulai hari ini sudah kembali mengoperasikan penerbangannya ke Yogyakarta," jelasnya hari ini.

Dia juga menuturkan bahwa Sriwijaya Air hari ini juga sudah menerbangi Jakarta-Yogyakarta, namun baru satu penerbangan yakni SJ 230 yang berangkat pukul 13.20 WIB.

Maskapai lain yang sudah mengoperasikan kembali penerbangan dari dan ke Yogyakarta pada hari ini adalah Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia. (sut)

Berita Asal Baca di :
http://web.bisnis.com/sektor-riil/transportasi/1id220549.html

Lion Air Tambah Jadwal Penerbangan ke Solo

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Tambah Jadwal Penerbangan ke Solo



KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Lion Air Tambah Jadwal Penerbangan ke Solo

TEMPO Interaktif, Surakarta - Maskapai penerbangan Lion Air menambah jadwal penerbangan ke Bandar Udara Adi Soemarmo, Surakarta. Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo Sriyono mengatakan, penambahan penerbangan dilakukan untuk Sabtu dan Minggu (13-14/11).

“Mereka menambah satu jadwal penerbangan lagi,” kata Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo, Sriyono, kepada Tempo, Minggu (14/11).

Menurut Sriyono, penambahawan jadwal penerbangan Lion Air itu terkait penutupan Bandara Adi Sutjpto Yogyakarta hingga 15 November. “Memang ada peningkatan penumpang pesawat di Adi Soemarmo,” jelasnya seraya menambahkan saat ini kebanyakan pesawat dari dan ke Bandara Udara Adi Soemarmo penumpangnya selalu penuh.

Sementara itu, kata Sriyono, penerbangan internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura hingga kini masih dibatalkan. Dia mengatakan maskapai Air Asia (Kuala Lumpur) dan Silk Air (Singapura) masih belum berani terbang ke Adi Soemarmo.

Penerbangan ekstra Lion Air dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.05 dan mendarat di Bandara Adi Soemarmo pukul 15.10 Wib. Kemudian terbang kembali ke Jakarta pukul 15.45 Wib.

Selain Lion Air, kata dia, belum ada lagi maskapai yang mengajukan penambahan penerbangan. Salah seorang petugas Lion Air, Wulan, mengatakan, selama ini penerbangan Lion untuk rute Solo-Jakarta selalu penuh. Begitupun pesawat tambahan yang diterbangkan pada Sabtu dan Minggu ini.

“Jadwal terbang reguler pukul 9.10 dan 17.10. Posisi penumpang selalu penuh,” ujarnya. Untuk sekali penerbangan, rata-rata dapat membawa 175 penumpang. Sedangkan harga tiket masih sama, yaitu di rentang Rp 450 ribu hingga Rp 977 ribu.

General Manager Garuda Indonesia Solo, Syamsuddin, mengakui, semenjak Bandara Udara Adi Sutjipto ditutup, ada penumpang asal Yogyakarta yang mengalihkan penerbangannya dari Solo. “Memang ada kenaikan penumpang. Tapi tidak drastis,” jelasnya.

Menurutnya, dengan tingkat okupansi saat ini yang mencapai 90 persen, maka pihaknya merasa belum perlu menambah jumlah penerbangan. “Kami merasa cukup dengan tiga penerbangan tiap harinya,” tambahnya. Garuda terbang dari Bandara Adi Soemarmo ke Jakarta pada pukul 7.35, 11.25, dan 18.45 Wib.

UKKY PRIMARTANTYO

Sumber berita Asal di : tempointeraktif.com

Lion operasikan terminal 1B

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion operasikan terminal 1B



KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air tertutup abu vulkanik letusan Gunung Merapi di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010). Bandara Adisutjipto ditutup akibat dampak abu vulkanik letusan Gunung Merapi.

Lion operasikan terminal 1B

Oleh: Raydion Subiantoro

JAKARTA: Lion Air mulai hari ini mengoperasikan Terminal 1B Bandara Soekarno--Hatta (Jakarta) untuk rute penerbangan ke dan dari Sumatra, Batam, Pangkal Pinang, dan Palangkaraya.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan penambahan terminal operasional di bandara tersibuk di Indonesia itu merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan pelayanan penumpang khususnya kenyamanan sebelum penerbangan.

"Kapasitas Terminal 1A [yang sebelumnya digunakan untuk seluruh penerbangan Lion Air] sudah over capacity. Di Terminal 1B Lion Air mendapatkan konter cek in dan boarding gate khusus [dedicated] serta fasilitas lain sesuai standar pelayanan penerbangan," jelasnya melalui siaran pers, hari ini.

Secara keseluruhan, jumlah penerbangan Lion Air dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 143 kali per hari, dan yang melalui Terminal 1B pada saat ini sebanyak 65 kali per hari.

Edward menuturkan dengan akan terus bertambahnya pesawat yang akan dioperasiukan, Lion Air juga membutuhkan ruang untuk bisa memarkir pesawat dan menampung penumpang, di Bandara Soekarno-Hatta.

"Layanan operasi penerbangan Lion Air masih terus akan berkembang sejalan dengan terus meningkatnya permintaan pasar atau membaiknya daya beli masyarakat, baik domestik maupun regional," katanya. (sut)

Sumber berita Asal diweb.bisnis.com

Lion Air mulai menggunakan Terminal 1B Soekarno Hatta

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air mulai menggunakan Terminal 1B Soekarno Hatta



KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air tertutup abu vulkanik letusan Gunung Merapi di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010). Bandara Adisutjipto ditutup akibat dampak abu vulkanik letusan Gunung Merapi.

Lion Air mulai menggunakan Terminal 1B Soekarno Hatta

JAKARTA. PT Lion Mentari Air secara resmi menggunakan terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta (mulai besok untuk penerbangan dari dan menuju Sumatera, Batam, Pangkal Pinang dan Palangkaraya. Adapun penerbangan yang lain masih tetap beroperasi di Terminal 1A Soetta.

Lion perlu menggunakan terminal lain karena Terminal 1A itu sudah over capacity sehingga mengurangi kenyamanan penumpang. "Di terminal 1B Lion Air mendapatkan dedicated check-in counters dan boarding gates serta fasilitas lain sesuai standar pelayanan penerbangan," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, Rabu (10/11).

Melalui Terminal 1B Lion akan melayani 65 frekuensi penerbangan dari total 143 frekuensi penerbangan Lion dari dan menuju Soekarno Hatta per hari. "Dengan terus bertambahnya pesawat, rute penerbangan dan frekuensi penerbangan, Lion butuh ruang tambahan untuk bisa memarkir pesawat sekaligus menampung penumpang yang terus bertambah di Soekarno Hatta," imbuh Edward.

Saat ini Lion grup melayani total 460 frekuensi penerbangan per hari, 350 di antaranya oleh Lion dan 110 sisanya oleh anak usaha Wings Air ke 64 kota tujuan domestik dan internasional. Sampai saat ini Lion dipersenjatai 61 pesawat, yaitu 43 Boeing 737-900 ER, 2 Boeing 747-400, 2 Boeing 737-300, 8 Boeing 737-400, dan 6 MD-90. Sementara Wings Air berjumlah 16 pesawat, yaitu 8 ATR 72-500; 2 Dash-8; 6 MD-82.

Sumber berita Asal diindustri.kontan.co.id

Lion Tetap Terbang Normal

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Tetap Terbang Normal



Pesawat Lion Air di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang

Lion Tetap Terbang Normal

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai terbesar di Indonesia, Lion Air, memutuskan untuk tetap terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Keputusan ini diambil ditengah pembatalan penerbangan oleh maskapai-maskapai asing dari Singapura menuju Cengkareng.

"Lion Air tetap terbang seperti biasa. Pilot kami belum menemui gejala abu vulkanik mengganggu kinerja mesin pesawat," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, Sabtu (6/11) di Jakarta.

Edward menegaskan, keputusan Lion Air itu diambil dengan sangat profesional, dengan tetap memperhatikan keselamatan. Edward mengatakan, bahkan Lion Air tetap terbang ke Surabaya dan Denpasar dari Jakarta.

"Kami ubah sedikit rute penerbangan tidak langsung ke timur, tapi melenceng sedikit ke utara. Ketinggian terbang juga 32.000 feet, jauh di atas abu vulkanik," kata dia.

Tujuannya, supaya pesawat tidak terpapar langsung oleh abu vulkanik. Kini, Lion Air menerbangi 110 rute penerbangan domestik ditambah empat rute penerbangan internasional salah satunya ke Singapura. Maskapai ini juga mengangkut sekitar 13,5 juta penumpang per tahun.

Ditegaskan Edward, bila maskapai asing tak mau menerbangi rute Singapura-Jakarta, maka Lion Air siap mengambil alih. "Kan sudah ada BMKG di Cengkareng, bila ada abu vulkanik, pasti kita semua dikasih tahu. Lagipula kasihan rakyat Indonesia bila tak bisa terbang," ujar dia.

Sabtu ini, pukul 14.30, Kompas juga terbang dengan Garuda Indonesia GA 121 dari Palembang menuju Jakarta, dengan rute penerbangan yang hampir berhimpit dengan rute Singapura-Jakarta, dan tidak menemui hambatan di udara. Sebelum mendarat, sang pilot bahkan mengatakan jarak pandang sekitar 9.000 meter, yang sebenarnya relatif normal.

"Edward pun mempertanyakan, bila rute Singapura-Jakarta ditutup mengapa Singapura-Australia tidak ditutup. Kan, lewat diatas wilayah udara Indonesia," kata dia.

Sumber : kompas.com

Cuaca Buruk di Yogya, Lion Air Delay 5 Jam

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Cuaca Buruk di Yogya, Lion Air Delay 5 Jam



Cuaca Buruk di Yogya, Lion Air Delay 5 Jam

Misbahol Munir - Okezone

JAKARTA - Penundaan penerbangan yang dilakukan Bandara Adisutjipto akibat cuaca buruk, berdampak pada penundaan jadwal penerbangan dari Yogyakarta. Seperti pesawat Lion Air yang molor hingga lima jam, sejak pukul 14.10 WIB.

“Pesawat tidak bisa mendarat dari dan ke Yogyakarta karena cuaca buruk. Namun karena (cuaca) sudah bagus, kini penerbangan bisa dilanjutkan,” kata Puji Indra Haryanto, salah seorang petugas Lion Air kepada okezone, Yogyakarta, Kamis (4/11/2010).

Akibat penundaan tersebut, pesawat Lion Air dari Jakarta-Yogyakarta baru bisa mendarat sekira pukul 18.30 WIB. “Kemungkinan jadwal pesawat JT 557 jurusan Yogyakarta-Jakarta berangkat pukul 19.00 WIB,” tuturnya.

Pantauan di Bandara Adisutjipto sejumlah penerbangann sudah mulai normal sekira pukul 16.00 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat setidaknya ada lima penerbangan yang sudah diberangkatkan dari Yogyakarta.

Sementara itu, kondisi di ruang tunggu masih terlihat penumpukan penumpang. Pasalnya penundaan penerbangan sejak pukul 13.00 WIB, membuat para penumpang harus menunggu lebih lama.

Sedangkan cuaca di Bandara Adisutjipto terlihat sudah cerah. Hujan yang sebelumnya terjadi kini sudah tidak terlihat. Awan di landasan pun terlihat cerah dan tak tertutup kabut.(kem)

Sumber : news.okezone.com

Lion Air Bangun Bengkel Perawatan Pesawat

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Bangun Bengkel Perawatan Pesawat



Lion Air Bangun Bengkel Perawatan Pesawat

MANADO (Suara Karya): Maskapai penerbangan swasta nasional Lion Air mengalokasikan anggaran senilai Rp 100 miliar untuk pembangunan bengkel perawatan pesawat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Bengkel yang berdiri di lahan seluas 12 hektare ini, menurut Direktur Utama PT Mentari Lion Air (Lion Air) Rusdi Kirana, merupakan terobosan untuk meningkatkan pelayanan.

Untuk tahap awal akan dibangun hanggar yang mampu menampung dua unit pesawat jenis Boeing 737-900 ER. Selanjutnya akan dikembangkan sesuai kebutuhan. Ini karena nantinya bengkel perawatan pesawat ini bukan hanya bisa digunakan pihak Lion Air, melainkan juga pesawat dari perusahaan lainnya dengan berbagai jenis.

"Karena pesawat yang kami pesan sebanyak 178 unit berasal dari Boeing, jadi teknologi yang akan kami gunakan juga dari Amerika. Tenaga ahli dari pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat, akan datang ke hanggar ini. Selain memberikan bimbingan kepada teknisi lokal, juga akan ikut membidani bengkel ini," kata Rusdi di Manado, pekan lalu.

Pembangunan bengkel ini, lanjutnya, merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Terus bertambahnya pesawat akan mendorong biaya perawatan yang akan dikeluarkan juga semakin tinggi. Maka dengan keberadaan bengkel milik sendiri, Lion Air bisa menghemat biaya perawatan hingga 70 persen.

Apalagi dalam lima tahun ke depan, Lion Air Group akan mengoperasikan lebih dari 200 unit pesawat dengan rata-rata menggunakan pesawat Boeing dan Propeler asal China serta Australia. Saat ini Lion Air mengirim pesawatnya untuk dirawat ke GMF AeroAsia serta ke bengkel perawatan pesawat di Australia dan Singapura.

Jadi, jika dirawat sendiri, bukan hanya perseroan yang untung, tapi juga pemerintah daerah dan pusat. Untuk pemerintah pusat dapat menurunkan devisa ke luar negeri dan pemerintah daerah bisa tertolong dengan terbukanya peluang kerja.

Pembangunan hanggar ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang di Manado, Kamis (7/10). Pembangunan bengkel perawatan pesawat ini diperkirakan selesai pada akhir 2011.

"Kami maunya sekitar Desember 2011 bengkel ini sudah beroperasi, kalau perlu lebih cepat, karena kebutuhan kami terhadap perawatan pesawat cukup tinggi dan ini tidak bisa lagi ditunda. Daripada susah-susah ke luar negeri, lebih baik dilakukan di negeri sendiri. Biayanya juga lebih murah. Sedangkan kualitas tidak jauh berbeda atau sama karena ada standarnya," tutur Rusdi.

Lion Air saat ini melayani 390 kali penerbangan ke seluruh Indonesia. Ditargetkan pada 2010, Lion Air akan mengangkut 20 juta penumpang dengan dukungan armada berjumlah 64 pesawat yang ada saat ini dan akan terus bertambah sejalan dengan dipesannya 178 pesawat Boeing 737-900ER dari pabrikan di Seattle, AS. (Syamsuri S)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/

Lion Air Bangun Hanggar Perawatan Pesawat

Home > Tiket Pesawat > Domestic > Lion Air > Lion Air Bangun Hanggar Perawatan Pesawat



Lion Air Bangun Hanggar Perawatan Pesawat

Penulis : Windy Diah Indriatari

MANADO--MI: Maskapai penerbangan Lion Air memulai pembangunan Hanggar Pusat Perawatan Pesawat Lion Air di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.

Acara peletakan batu pertamanya dilaksanakan oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Sinyo Harry Sarundajang, dan Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, Kamis (7/10).

Rusdi menyatakan fasilitas hanggar pusat perawatan yang diperkirakan menelan dana Rp100 miliar ini telah menjadi kebutuhan mendesak bagi Lion Air seiring dengan terus berkembangnya operasi penerbangan. Apalagi, kini jumlah armada Lion Air telah mencapai 65 pesawat. Maskapai tersebut juga tengah memesan 178 pesawat Boeing 737-900ER dari Seattle, Amerika Serikat, yang akan diserahkan pada 2016.

"Perawatan pesawat yang dimiliki sendiri akan menghemat biaya perawatan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan pajak. Bagi kami, ini akan meningkatkan kemampuan tenaga kerja di bidang perawatan dan yang terpenting dapat meningkatkan kehandalan pesawat, keamanan dan keselamatan penerbangan," tuturnya.

Menurut Rusdi, keberadaan hanggar pusat perawatan milik sendiri akan memangkas biaya hingga 70% mulai akhir 2010 atau awal 2011 ketika hanggar beroperasi. Selama ini Lion menggunakan jasa Singapore Technology Aerospace dan Garuda Maintenance Facility untuk perawatan pesawat.

Lion Air setiap hari melayani penerbangan sebanyak 415 kali penerbangan ke seluruh Indonesia yang mengangkut 65 ribu penumpang. Hingga akhir tahun ini, penumpangan yang terangkut ditargetkan mencapai 20 juta penumpang.

Rusdi menambahkan, dipilihnya Manado sebagai lokasi hanggar pusat perawatan Lion Air karena pertimbangan bahwa kota tersebut merupakan salah satu destinasi internasional dengan keberadaan obyek wisata Bunaken di dekatnya.

Letak Manado pun cukup strategis untuk penerbangan jarak jauh yang menggunakan pesawat jet dan jarak pendek dengan pesawat jenis propeller. Selain itu, lahan sekitar bandara masih cukup luas.

"Selanjutnya diharapkan hanggar ini bisa menjadi pusat perawatan pesawat di Indonesia Bagian Timur dan juga menjadi Strategic Business Unit yang melayani perawatan pesawat maskapai lain," papar Rusdi.

Sementara itu, Gubernur Sulut mengemukakan pembangunan hanggar pusat perawatan pesawat Lion Air menjadi bagian dari mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang baru Indonesia ke Asia Pasifik. Secara bertahap Sam Ratulangi akan berkembang menjadi hub port transportasi udara Indonesia, disandingkan dengan Pelabuhan Bitung sebagai hub port transportasi laut.

"Ini akan memajukan pariwisata Sulut. Kita menginginkan Sulut menjadi seperti Bali,"' tutur Sarundajang.

Untuk tahap awal, fasilitas hanggar pesawat milik Lion Air akan dibangun di atas tanah seluas 12 hektare dengan kapasitas hanggar maksimum menampung 2 pesawat Boeing 737-900ER. Struktur bangunannya dirancang Rubb Aviation USA, terdiri dari dua lantai.

Lantai dasar hanggar meliputi Engine Shop, Cabin Repair Shop, Avionic Shop, Non Distructvie Test Shop, Hydraulic Component Shop, Wheel Brake Shop dan Ground Support Equipment. Adapun lantai dua akan dimanfaatkan sebagai ruang perkantoran dan guest house karyawan. (Ndy/VL/OL-3)

Sumber : mediaindonesia.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Tour Wisata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger