Lion Air Bangun Bengkel Perawatan Pesawat
MANADO (Suara Karya): Maskapai penerbangan swasta nasional Lion Air mengalokasikan anggaran senilai Rp 100 miliar untuk pembangunan bengkel perawatan pesawat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Bengkel yang berdiri di lahan seluas 12 hektare ini, menurut Direktur Utama PT Mentari Lion Air (Lion Air) Rusdi Kirana, merupakan terobosan untuk meningkatkan pelayanan.
Untuk tahap awal akan dibangun hanggar yang mampu menampung dua unit pesawat jenis Boeing 737-900 ER. Selanjutnya akan dikembangkan sesuai kebutuhan. Ini karena nantinya bengkel perawatan pesawat ini bukan hanya bisa digunakan pihak Lion Air, melainkan juga pesawat dari perusahaan lainnya dengan berbagai jenis.
"Karena pesawat yang kami pesan sebanyak 178 unit berasal dari Boeing, jadi teknologi yang akan kami gunakan juga dari Amerika. Tenaga ahli dari pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat, akan datang ke hanggar ini. Selain memberikan bimbingan kepada teknisi lokal, juga akan ikut membidani bengkel ini," kata Rusdi di Manado, pekan lalu.
Pembangunan bengkel ini, lanjutnya, merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Terus bertambahnya pesawat akan mendorong biaya perawatan yang akan dikeluarkan juga semakin tinggi. Maka dengan keberadaan bengkel milik sendiri, Lion Air bisa menghemat biaya perawatan hingga 70 persen.
Apalagi dalam lima tahun ke depan, Lion Air Group akan mengoperasikan lebih dari 200 unit pesawat dengan rata-rata menggunakan pesawat Boeing dan Propeler asal China serta Australia. Saat ini Lion Air mengirim pesawatnya untuk dirawat ke GMF AeroAsia serta ke bengkel perawatan pesawat di Australia dan Singapura.
Jadi, jika dirawat sendiri, bukan hanya perseroan yang untung, tapi juga pemerintah daerah dan pusat. Untuk pemerintah pusat dapat menurunkan devisa ke luar negeri dan pemerintah daerah bisa tertolong dengan terbukanya peluang kerja.
Pembangunan hanggar ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang di Manado, Kamis (7/10). Pembangunan bengkel perawatan pesawat ini diperkirakan selesai pada akhir 2011.
"Kami maunya sekitar Desember 2011 bengkel ini sudah beroperasi, kalau perlu lebih cepat, karena kebutuhan kami terhadap perawatan pesawat cukup tinggi dan ini tidak bisa lagi ditunda. Daripada susah-susah ke luar negeri, lebih baik dilakukan di negeri sendiri. Biayanya juga lebih murah. Sedangkan kualitas tidak jauh berbeda atau sama karena ada standarnya," tutur Rusdi.
Lion Air saat ini melayani 390 kali penerbangan ke seluruh Indonesia. Ditargetkan pada 2010, Lion Air akan mengangkut 20 juta penumpang dengan dukungan armada berjumlah 64 pesawat yang ada saat ini dan akan terus bertambah sejalan dengan dipesannya 178 pesawat Boeing 737-900ER dari pabrikan di Seattle, AS. (Syamsuri S)
Sumber : http://www.suarakarya-online.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar