Garuda Indonesia
Kekacauan Jadwal Terbang Garuda Belum Beres?
Nur Farida Ahniar
Baru beberapa hari lalu Menteri BUMN meminta Garuda menjadi maskapai dengan zero delay.
VIVAnews – PT Garuda Indonesia berjanji akan memperbaiki kekacauan sistem yang menyebabkan keterlambatan keberangkatan ratusan penumpang sejak hari Minggu lalu.
Garuda akan memakai sistem manual untuk mengatasi kekacauan tersebut sehingga keterlambatan pemberangkan pesawat lebih lanjut bisa dihindari. “Sistem manual itu akan dilakukan 2-3 hari. Diharapkan pada 25 November masalah itu sudah beres,” kata Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda, Senin, 22 November 2010.
Dia menjelaskan, sistem yang selama ini dipakai perusahaan sudah berumur lebih dari 10 tahun. Upaya peningkatan sistem tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan sejak 2007 yang menghabiskan dana US$1,5 juta.
Namun, meski sudah dipersiapkan sejak tiga tahun lalu, tetap saja terjadi kekacauan pada saat penerapan sistem yang baru pada Minggu, 21 November 2010.
Seperti dijelaskan VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto, selama ini Garuda menerapkan sistem monitor seperti pergerakan pesawat, awak kabin, monitor jadwal penerbangan secara terpisah. Untuk meningkatkan sistem operasional penerbangan, Garuda menerapkan sistem baru "Integrated Operational Control Syatem" yang mengintegrasikan sistem yang tadinya berdiri sendiri-sendiri.
Meski telah disiapkan dengan baik, pada saat penerapan sistem baru masih terjadi ketidaksinkronan data dan informasi yang menyangkut jadwal tugas para awak kabin.
Garuda berdalih bahwa mengatur kegiatan penerbangan yang melibatkan 81 pesawat, 580 penerbangan dan 2000 awak kabin, dan 2000 penerbangan setiap minggunya bukanlah hal yang mudah.
Akibat ketidaksesuaian tersebut, sejumlah penerbangan Garuda mengalami penundaan dan beberapa diantaranya dibatalkan.
Emirsyah berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. "Yang pasti, kami mohon maaf dan terus terang kejadian ini tidak terduga."
Garuda melakukan pendataan kembali para penumpang yang tidak bisa berangkat kemarin, Minggu 21 November, agar diprioritaskan keberangkatannya. Beberapa penerbangan yang kemarin mengalami pembatalan antara lain penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang dan Padang.
Garuda juga akan memberikan kompensasi uang pengganti tiket bagi penumpang yang memutuskan menggunakan maskapai lain. Apabila para penumpang bersangkutan memutuskan untuk tidak jadi berangkat, maka Garuda akan memberikan penggantian tiket sebanyak dua kali. "Dengan demikian penerbangan yang dilakukan oleh para penumpang tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan Garuda," ujar Pujobroto.
Hingga pukul 10.30 WIB, Senin, 22 November, ada 42 penerbangan yang telah diberangkatkan Garuda dari bandara Soekarno – Hatta ke berbagai kota di dalam dan luar negeri.
Sejumlah penumpang masih mengeluhkan pembatalan penerbangan Garuda ke beberapa lokasi tujuan. Seperti yang dialami Mudatsir, yang batal ke Manado. "Selama saya jadi konsumen Garuda, ini baru pertama kali Garuda amburadul seperti ini," kata Mudatsir yang terbang dari Semarang, Jawa Tengah.
Kebanggaan Indonesia
Menanggapi berita kekacauan yang dialami Garuda, seorang pembaca VIVAnews.com yang menyebutkan identitasnya sebagai Pemuda Indonesia menulis: “Garuda adalah simbol kebanggaan penerbangan Indonesia di mata dunia. Apapun alasannya sebenarnya pembatalan jadwal tidak boleh terjadi hanya karena migrasi data. Kita lihat apakah setelah di-upgrade kinerja Garuda secara keseluruhan akan baik?”
Kekacauan jadwal penerbangan yang dialami flag carrier Indonesia ini memang mengejutkan. Sebab, baru empat hari lalu, tepatnya Kamis lalu, 18 November 2010, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Garuda bisa menjadi maskapai penerbangan nasional tanpa keterlambatan jadwal penerbangan pesawat. "Tahun-tahun mendatang, diharapkan Garuda bisa mencapai zero delay," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Menurut Mustafa, Garuda diharapkan bisa mengurangi penundaan jadwal penerbangan, dan meminimalisasi keterlambatan yang hingga saat ini masih terjadi.
Selain itu, pada bulan Mei lalu Garuda baru saja mendapatkan penghargaan sebagai "World's Most Improved Airline", maskapai yang berkembang paling pesat di dunia, The Skytrax 2010 World Airline Awards di Hamburg, Jerman.
Garuda dinilai sukses melakukan program transformasi menjadi salah satu maskapai di Asia yang sukses dan menguntungkan. Penghargaan tersebut didasarkan pada survei dari 18 juta penumpang internasional. Survei ini mencakup kepuasan penumpang dari 35 aspek berbeda dari produk dan jasa, melibatkan 200 maskapai di seluruh dunia.
"Perbaikan keuangan Garuda selama tiga tahun ini menjadi fondasi utama peningkatan pelayanan, pelatihan dan kualitas umumnya," kata Emirsyah.
Dia mengatakan, bahwa kinerja keuangan perusahaan terus membaik. Hal itu setidaknya terlihat dari posisi utang Garuda yang setiap tahun terus berkurang. Garuda mencatat, posisi utang pada September 2010 tinggal tersisa sebesar US$477 juta atau hampir setengah dari posisi 2005 yang mencapai US$866 juta.
Bahkan, seiring dengan membaiknya kinerja keuangan, Garuda berencana mencatatkan sahamnya ke publik. Namun, Emirsyah memastikan proses penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tersebut tidak akan mengalami keterlambatan (delay) seperti yang terjadi pada jadwal penerbangan dalam dua hari ini. "Tidak akan ada itu (delay)," kata dia.
Berita Asal Baca di :
http://headlines.vivanews.com/news/read/190016-kekacauan-sistem-baru-garuda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar