TEMPO/FULLY SYAFI
Garuda Salahkan Pengelola Bandara Abdul Aziz
Arry Anggadha, Iwan Kurniawan
Sampai dengan saat ini, Garuda telah memulangkan 37.790 jemaah haji.
VIVAnews - Garuda Indonesia menyalahkan pengelola 14 gate (gerbang) Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz atas keterlambatan jadwal pemulangan jemaah haji. Pihak pengelola dinilai belum mempunyai pengalaman manajerial pengelolaan gate.
Direktur Operasional Garuda Indonesia, Captain Ari Safari menjelaskan pada penyelenggaraan haji tahun ini, pengelolaan manajemen gate King Abdul Aziz diberikan dari General Authority of Civil Aviation (GACA) ke PT Port project Management Developtmen Corporation (PPMDC).
"Pengelolaan pintu bandara yang dulu dikelola otoritas penerbangan (GACA) diserahkan ke PPMDC yang belum berpengalaman dalam mengelola gate," kata Ari Safari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 1 Desember 2010.
Menurut Ari, untuk pengelolaan tempat parkir pesawat saja PPMDC berantakan, sehingga pesawat menjadi terlambat signifikan. Apalagi menurutnya terdapat sekitar 300 pergerakan pesawat setiap harinya di bandara King Abdul Aziz dan hanya dilayani 14 gate sehingga terjadi penumpukan jamaah haji di bandara itu.
Garuda Indonesia pada tahun ini hanya mendapatkan 1satu gerbang khusus (dedicated gate), namun untuk mengakses satu gate tersebut, petugas Garuda Indonesia juga mengalami kesulitan akses masuk.
Sedangkan saat ditanya kenapa maskapai Saudi Airlines yang juga melayani jemaah haji Indonesia hanya mengalami delay lebih sedikit, menurut Ari hal itu disebabkan Saudi Airlines melayani jemaah haji tidak menggunakan terminal haji namun menggunakan terminal khusus Saudi Airlines.
"Selain itu Saudi Airlines hanya melayani embarkasi Jakarta, Surabaya dan Batam, semua bandara sudah siap melayani pesawat berbadan lebar. Sedangkan Garuda masih melayani embarkasi Balikpapan dan Banjarmasin yang banyak melayani pesawat berbadan kecil," katanya.
Sampai dengan saat ini Rabu 1 Desember, Garuda Indonesia telah mengangkut sebanyak 37.790 jemaah dalam 98 kloter (32 persen dari total keseluruhan jemaah haji). Adapun 37.790 jemaah tersebut terdiri dari Banda Aceh 3.233 jemaah (10 kloter), Medan 3.627 jemaah (8 kloter), Padang 2.514 jemaah (7 kloter), Palembang 2.506 jemaah (7 kloter), Jakarta 5.457 jemaah (12 kloter), Solo 10.209 jemaah (27 kloter), Surabaya 3.170 jemaah (7 kloter), Banjarmasin 972 jemaah (3 kloter), Balikpapan 1.435 jemaah (4 kloter), dan Makassar 4.667 jemaah (13 kloter).
Penerbangan haji Garuda Indonesia dimulai pada tanggal 11 Oktober 2010 s/d 10 November 2010 (Phase I / Keberangkatan) dengan total jemaah yang diterbangkan sebanyak 119.622 jemaah dari 10 embarkasi yang terbagi dalam 308 kloter. Phase II / Kepulangan mulai dilaksanakan pada 21 November 2010 sampai dengan 20 Desember 2010. (umi)
Berita Asal Baca di :
http://nasional.vivanews.com/news/read/191648-garuda-salahkan-pengelola-bandara-abdul-aziz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar