TEMPO/FULLY SYAFI
"Semua pekerjaan memiliki risiko, termasuk juga kegiatan orang per orang. Pada lingkup kerja yang dibagi dalam berbagai unit, tentu risikonya lebih besar. Tapi, dengan mengetahui risiko yang akan dihadapi, kita bisa tahu bagaimana menghindari atau setidaknya memperkecil risiko," kata Rini di sela acara diskusi meja bundar (roundtable discusion) bertema Risiko Manajemen Sektor Transportasi di Jakarta, Kamis (16/12).
Menurut dia, penerapan sistem manajemen risiko di perusahaan Garuda Indonesia bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan waktu untuk mengubah kebiasaan dan budaya kerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya. Di sektor transportasi udara, risiko yang dihadapi cukup banyak, sehingga karyawan harus sudah tahu segala risiko dalam bekerja dan cara mengatasinya. Dengan ini, karyawan secara dini bisa menghindari dan mengantisipasi risiko.
Sementara itu, Direktur Teknik Garuda Indonesia Hadinoto Soediono menambahkan, sebagai Maskapai Penerbangan terbesar di Indonesia, Garuda Indonesia berkepentingan membangun kebersamaan dalam mendorong kesadaran terhadap sebuah risiko. Manajemen risiko bukan hanya mengelola dampak negatif, melainkan juga dari sisi positif untuk perbaikan. (Syamsuri S)
Berita Asal Baca di Sumber
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=268504
Tidak ada komentar:
Posting Komentar